Pembinaan Agama Perkuat Keimanan Warga Binaan Lapas Leok

  • 04 Agt 2026 14:16 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Kegiatan penyuluhan agama di Lapas Kelas III Leok diharapkan mampu memperkuat keimanan warga binaan sekaligus menjadi bekal untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan. Pembinaan spiritual tersebut menjadi salah satu upaya membentuk karakter warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Penyuluhan agama yang rutin dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas III Leok menghadirkan materi keislaman yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan agama, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan akhlak para warga binaan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk lebih memahami nilai-nilai keimanan dan pentingnya memperbaiki perilaku.

Ustadz Muhajirin Ahmad Dokliwan mengatakan, tujuan utama penyuluhan tersebut adalah membina warga binaan agar memiliki pemahaman agama yang lebih baik serta meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

"Tujuan kegiatan ini untuk membina para warga binaan dalam pemahaman agama. Kami berharap mereka menjadi manusia yang beriman kepada Allah SWT," kata Ustadz Muhajirin Ahmad Dokliwan saat diwawancarai RRI.CO.ID, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik selama masih diberikan kesempatan hidup. Karena itu, ia mengajak seluruh warga binaan agar tidak menyerah dalam memperbaiki diri dan menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan perubahan.

"Yang terpenting adalah terus memperbaiki diri. Belum ada kata terlambat untuk berbenah sebelum ajal datang. Semoga mereka semakin semangat menjalani proses perubahan menjadi pribadi yang lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan keagamaan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai ajaran Islam, tetapi juga membentuk akhlak, kedisiplinan, serta kesadaran spiritual warga binaan agar mampu menjalani kehidupan sesuai tuntunan agama. Nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti pembinaan diharapkan dapat diterapkan, baik selama berada di dalam lapas maupun setelah bebas nantinya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Kelas III Leok, Moh. Yusran, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu program penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, perubahan karakter yang positif menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

"Untuk mendapatkan kebaikan diperlukan upaya menjadi yang terbaik. Negara akan memberikan hadiah bagi warga binaan yang memiliki akhlak yang baik selama menjalani pembinaan," kata Moh. Yusran.

Ia berharap kegiatan penyuluhan agama dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu membentuk warga binaan yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan bermasyarakat secara produktif setelah menyelesaikan masa pidananya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....