KAHMI Tolitoli Luncurkan Perpustakaan Cita, Perkuat Budaya Literasi

  • 03 Agt 2026 14:02 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli — Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Tolitoli resmi meluncurkan Perpustakaan Cita MD KAHMI yang dirangkaikan dengan pengajian bersama di Sekretariat HMI/KAHMI Tolitoli, Sabtu (1/8/2026). Kehadiran perpustakaan tersebut diharapkan menjadi ruang penguatan tradisi literasi bagi kader HMI maupun masyarakat.

Ketua Umum MD KAHMI Kabupaten Tolitoli, Dr. Ir. Hj. Nursidah Kasim, MM, mengatakan budaya literasi merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban Islam. Menurutnya, kejayaan Islam pada masa lalu tidak dapat dipisahkan dari tradisi membaca, menulis, dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Dalam sambutannya, Nursidah menjelaskan bahwa sejarah mencatat pusat-pusat peradaban Islam berkembang melalui rumah-rumah ilmu dan perpustakaan yang menjadi tempat lahirnya berbagai pemikiran besar. Karena itu, upaya membangun kembali budaya membaca dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.

"Islam mengagungkan ilmu pengetahuan. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah Iqra' (bacalah). Ini adalah bukti otentik bahwa peradaban Islam dibentuk dan diperluas di atas fondasi literasi yang kokoh. Jika kita ingin merebut kembali kejayaan peradaban tersebut, maka tidak ada jalan lain selain menghidupkan kembali budaya literasi di tengah-tengah kader dan masyarakat," tegas Nursidah.

Selain menekankan pentingnya literasi, Nursidah juga mengajak seluruh kader dan alumni HMI untuk kembali merefleksikan sejarah berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam pada tahun 1947 yang diprakarsai oleh Lafran Pane bersama rekan-rekannya. Menurutnya, perjuangan para pendiri HMI berlangsung dalam situasi bangsa yang penuh tantangan, baik dari sisi politik maupun ideologi.

Ia menuturkan, para pendahulu HMI tidak hanya menghadapi ancaman fisik, tetapi juga berjuang melalui gagasan dan pemikiran yang lahir dari tradisi intelektual yang kuat. Semangat tersebut, kata dia, perlu terus diwariskan kepada generasi kader HMI saat ini.

"HMI berdiri di masa-masa paling sulit dalam sejarah republik ini. Para pendahulu kita berjuang mempertahankannya dengan darah, keringat, dan gagasan intelektual. Mereka tidak hanya bertaruh fisik, tetapi juga bertarung ide. Dari mana kekuatan gagasan itu lahir? Dari ketajaman pikir dan kedalaman literasi," jelasnya di hadapan tokoh daerah dan kader HMI yang hadir.

Nursidah menilai pendirian Perpustakaan Cita merupakan bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan para pendiri HMI sekaligus upaya menjaga tradisi intelektual organisasi. Ia menyebut perpustakaan tersebut menjadi perpustakaan MD KAHMI pertama yang berdiri di wilayah Sulawesi Tengah, sehingga diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran bagi kader HMI Tolitoli.

Di akhir sambutannya, Ketua Umum MD KAHMI Tolitoli berharap Perpustakaan Cita dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kader HMI maupun masyarakat umum. Melalui keberadaan perpustakaan itu, diharapkan lahir pemikiran-pemikiran kritis, solusi bagi berbagai persoalan bangsa, serta kader-kader yang loyal, berintegritas, militan, dan memiliki wawasan yang luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....