Totamotami, Tari Persembahan Buol yang Terus Dilestarikan
- 31 Jul 2026 19:20 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol – Sanggar Seni Kindiatan terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni budaya daerah melalui pengembangan tari kreasi persembahan khas Kabupaten Buol yang dikenal dengan nama Totamotami. Tarian tersebut menjadi salah satu warisan budaya yang hingga kini rutin ditampilkan dalam berbagai kegiatan adat, pertunjukan seni, hingga prosesi penyambutan tamu kehormatan.
Totamotami merupakan tari persembahan yang memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan tarian daerah lainnya. Tarian ini dibawakan oleh sejumlah penari wanita dengan gerakan yang sarat makna sebagai simbol penghormatan, keramahan, dan ungkapan selamat datang kepada tamu yang berkunjung ke Kabupaten Buol.
Penata Tari Sanggar Seni Kindiatan, Rinta, mengatakan bahwa nama Totamotami berasal dari bahasa Buol yang berarti tari persembahan. Menurutnya, setiap rangkaian gerakan dalam tarian tersebut mengandung filosofi yang menggambarkan nilai-nilai luhur masyarakat Buol.
"Totamotami merupakan tari persembahan dalam bahasa Buol. Tarian ini dibawakan oleh beberapa penari wanita dan identik dengan prosesi menabur beras kuning yang dipadukan dengan rangkaian gerakan tari sebagai bentuk penghormatan kepada tamu," ujar Rinta usai penampilan tari di salah satu hotel di Kabupaten Buol, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, prosesi menabur beras kuning menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertunjukan Totamotami. Tradisi tersebut melambangkan doa, harapan, serta penghormatan kepada tamu yang hadir, sehingga memperkuat makna penyambutan yang penuh kehangatan dan rasa hormat.
Selain memiliki nilai estetika, Totamotami juga dinilai sebagai media untuk memperkenalkan identitas budaya Kabupaten Buol kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. Karena itu, Sanggar Seni Kindiatan secara berkelanjutan melakukan pembinaan dan pelatihan bagi para penari agar tarian tersebut tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Rinta menambahkan, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui pertunjukan dalam acara seremonial, tetapi juga harus dilakukan melalui pendidikan dan pembinaan di sekolah maupun sanggar seni. Dengan demikian, generasi muda dapat mengenal, memahami, sekaligus mencintai budaya daerahnya sendiri.
"Kami berharap Totamotami semakin dikenal masyarakat melalui berbagai kegiatan budaya maupun pembelajaran di sekolah. Dengan begitu, warisan budaya ini tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi penerus," kata Rinta.
Upaya yang dilakukan Sanggar Seni Kindiatan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kekayaan budaya Kabupaten Buol agar tetap eksis dan menjadi identitas daerah. Kehadiran Totamotami dalam berbagai kegiatan juga diharapkan mampu memperkuat promosi budaya lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....