Camat Biau Siapkan Langkah Strategis Penghijauan Kota di Empat Kelurahan

  • 29 Jul 2026 15:59 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Pemerintah Kecamatan Biau menyatakan kesiapan penuh dalam merespons inisiasi Bupati Buol terkait program penghijauan kota. Langkah awal penataan dan pembenahan lingkungan hijau ini akan diprioritaskan di kawasan ibu kota kabupaten dengan melibatkan dinas teknis serta pemerintah kelurahan setempat.

PLT Camat Biau, Kahar, mengungkapkan bahwa kepastian pelaksanaan program tersebut diawali melalui rapat koordinasi teknis yang dipimpin langsung oleh Bupati Buol di Dinas Pertanian. Rapat awal tersebut berfokus pada pengarahan serta pembagian peran teknis dalam menata wajah kota.

Kahar menjelaskan, untuk tahap pertama, program penghijauan dipusatkan di empat kelurahan yang berada di wilayah ibu kota dari total tujuh kelurahan di Kecamatan Biau. Empat wilayah sasaran tersebut mencakup Kelurahan Kali, Kelurahan Buol, Kelurahan Leok I, dan Kelurahan Leok II.

"Awalnya kita rapat bersama pimpinan, dalam hal ini dipimpin oleh Pak Bupati di Dinas Pertanian. Langkah awal yang kita lakukan adalah rapat teknis. Untuk pelaksanaan penghijauan ini masih seputar ibu kota, mencakup Kelurahan Kali, Buol, Leok I, dan Leok II," ujar Kahar, Rabu 29 Juli 2026.

Terkait kesiapan di tingkat bawah, pihak kecamatan telah menggelar rapat koordinasi awal bersama para lurah. Saat ini, pihak kecamatan dan kelurahan sedang menunggu skema dan pengaturan teknis lebih lanjut dari dinas terkait untuk pembagian tugas eksekusi di lapangan.

Menjelaskan kondisi lapangan serta potensi kendala, Kahar memaparkan bahwa penyediaan beberapa jenis tanaman tidak mengalami hambatan berarti. Tanaman hias seperti puring sudah banyak tersedia di pemukiman warga dan dapat langsung dimanfaatkan melalui pola tanam stek.

Namun, untuk jenis tanaman tertentu yang membutuhkan spesifikasi khusus, seperti rencana penanaman pohon lontar di sepanjang jalur kanal sebagaimana diinstruksikan Bupati Buol, diperlukan proses pembibitan khusus oleh Dinas Pertanian.

"Untuk tanaman bunga puring, itu sudah banyak di masyarakat, tinggal petik dan tanam. Tetapi untuk tanaman lain yang butuh pembibitan, termasuk rencana Pak Bupati menanami tanaman lontar di jalur kanal, itu memerlukan pembibitan dari dinas terkait. Karena itu rapat teknis penting untuk menentukan siapa mengurus apa," jelasnya.

Di akhir keterangannya, Kahar menekankan bahwa keberhasilan penataan kota tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran, melainkan pada kuatnya kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat melalui budaya gotong royong.

"Harapan kami tentu kolaborasi secara profesional antara dinas terkait dan kita semua. Dalam kondisi keuangan yang ada, jangan sampai kita meninggalkan nilai gotong royong. Pihak kecamatan dan kelurahan siap mengarahkan warga demi mewujudkan kota yang bersih dan hijau," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....