Hari Mangrove Sedunia, Momentum Jaga Pesisir dari Abrasi

  • 27 Jul 2026 14:43 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Peringatan Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan mangrove atau hutan bakau. Peringatan yang ditetapkan UNESCO tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi kawasan pesisir dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan.

Hutan mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami yang mampu melindungi garis pantai dari abrasi, gelombang tinggi, hingga dampak perubahan iklim. Selain itu, kawasan mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan, udang, kepiting, burung, dan beragam biota laut yang menopang keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Indonesia yang memiliki kawasan mangrove terluas di dunia terus mendorong berbagai upaya pelestarian melalui program rehabilitasi, penanaman kembali, edukasi lingkungan, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Langkah tersebut diharapkan mampu mempertahankan fungsi mangrove sebagai pelindung wilayah pantai sekaligus penyangga kehidupan masyarakat.

Di Kabupaten Tolitoli, keberadaan hutan mangrove juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Selain melindungi pantai dari ancaman abrasi, mangrove menjadi tempat berkembang biaknya berbagai jenis ikan yang mendukung aktivitas perikanan tangkap masyarakat.

Salah seorang warga pesisir Tolitoli, Rahman, mengatakan kelestarian hutan mangrove harus menjadi perhatian bersama karena manfaatnya sangat besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya para nelayan.

"Kami berharap masyarakat semakin peduli menjaga hutan mangrove. Kalau mangrove rusak, pantai mudah terkikis dan hasil tangkapan nelayan juga bisa berkurang. Menjaga mangrove berarti menjaga masa depan anak cucu kita," ujar Rahman, Minggu (26/7/2026).

Rahman menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan mangrove sangat penting agar manfaat ekologis maupun ekonomi yang diberikan hutan bakau dapat terus dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, menjaga mangrove bukan hanya untuk melindungi lingkungan, tetapi juga menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Peringatan Hari Mangrove Sedunia juga menjadi pengingat bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Peran aktif pelajar, komunitas lingkungan, dunia usaha, nelayan, hingga masyarakat umum sangat dibutuhkan untuk menjaga dan memulihkan kawasan mangrove yang mengalami kerusakan.

Melalui peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun 2026, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove terus meningkat. Dengan hutan mangrove yang tetap lestari, kawasan pesisir diharapkan lebih aman dari abrasi, mampu menjaga keanekaragaman hayati, serta memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....