SMPN 3 Tolitoli Perkuat Pencegahan Bullying di Sekolah

  • 27 Jul 2026 14:40 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – SMP Negeri 3 Tolitoli terus memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak. Langkah tersebut disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Tolitoli, Rais Inaku, S.Pd., M.PMaT, dalam dialog interaktif bersama RRI Tolitoli memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Menurut Rais, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan rasa aman kepada seluruh peserta didik. Karena itu, berbagai langkah preventif terus dilakukan dengan mengacu pada Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 tentang pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di satuan pendidikan.

Ia menambahkan, upaya tersebut juga diperkuat dengan implementasi Permendiknas Saintek Nomor 6 Tahun 2026 yang menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Kebijakan tersebut menjadi pedoman bagi sekolah dalam mencegah sekaligus menangani berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan pendidikan.

Rais menjelaskan, pencegahan tidak hanya dilakukan ketika muncul kasus, tetapi telah dimulai sejak peserta didik pertama kali memasuki lingkungan sekolah melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pada tahap tersebut, sekolah melaksanakan tes diagnostik, wawancara dengan orang tua, hingga pemetaan karakter siswa sebagai dasar bagi guru dalam memberikan pendampingan yang tepat.

"Sejak awal kami berusaha mengenali karakter setiap anak melalui tes diagnostik dan komunikasi dengan orang tua. Dengan begitu, guru dapat memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik," ujar Rais Inaku, Kamis (23/7/2026).

Selain pendekatan pembinaan, sekolah juga memperkuat sistem pengawasan. Dengan jumlah peserta didik lebih dari 700 orang dan didukung sekitar 60 tenaga pendidik, SMP Negeri 3 Tolitoli memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik yang dianggap rawan serta mengoptimalkan peran petugas keamanan dalam mengawasi aktivitas siswa, terutama saat jam istirahat yang dinilai memiliki potensi terjadinya perundungan.

Menurut Rais, keberhasilan menciptakan lingkungan sekolah yang aman tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Peran keluarga dan masyarakat dinilai sama pentingnya dalam membentuk karakter anak sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara seluruh pihak.

"Sekolah tidak dapat bekerja sendiri. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua sangat penting agar kami dapat memberikan pendampingan terbaik kepada setiap anak," tegasnya.

Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Rais juga mengajak seluruh guru untuk tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga menjadi sosok yang mampu mendengarkan, memahami, dan dipercaya oleh peserta didik. Menurutnya, hubungan yang hangat antara guru, siswa, dan orang tua akan memperkuat perlindungan anak sekaligus membangun budaya sekolah yang lebih positif.

Melalui berbagai langkah preventif tersebut, SMP Negeri 3 Tolitoli berharap dapat menjadi lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan dan segala bentuk kekerasan. Sekolah juga berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan orang tua serta seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan satuan pendidikan yang benar-benar aman, nyaman, dan ramah bagi setiap anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....