MAN Buol Perkuat Budaya Ramah Anak Cegah Perundungan
- 27 Jul 2026 15:29 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, dan ramah anak. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan budaya saling menghargai serta pencegahan perundungan sejak dini di lingkungan madrasah.
Komitmen tersebut disampaikan Guru MAN Buol, Zakiah Mahmud, S.Pd., M.Si., saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada Kamis (23/7/2026). Menurutnya, terwujudnya lingkungan belajar yang bebas dari perundungan merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah.
Zakiah menjelaskan, pihak sekolah melibatkan seluruh unsur, mulai dari guru, tenaga kependidikan, Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), hingga para pemangku kepentingan lainnya untuk membangun budaya saling menghormati dan saling menyayangi. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar setiap peserta didik merasa aman dan diterima di lingkungan sekolah.
Menurutnya, guru memiliki peran strategis sebagai teladan dalam membentuk karakter peserta didik. Selain menyampaikan materi pembelajaran, guru juga dituntut menunjukkan sikap yang menghargai setiap anak serta menghindari tindakan maupun ucapan yang dapat melukai perasaan siswa.
"Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi contoh dalam bersikap. Kami ingin seluruh peserta didik merasa aman, dihargai, dan nyaman selama berada di lingkungan sekolah," ujar Zakiah Mahmud.
Dalam penanganan kasus perundungan, MAN Buol menerapkan pendekatan pembinaan secara menyeluruh. Setiap siswa yang terlibat akan dipanggil bersama orang tua untuk mendapatkan pembinaan sekaligus mencari solusi terbaik agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi seluruh peserta didik.
Selain penanganan, madrasah juga mengedepankan langkah pencegahan melalui deteksi dini. Penguatan komunikasi antara guru, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta peserta didik terus dilakukan agar setiap persoalan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat. Siswa juga didorong untuk berani melaporkan apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan.
Zakiah menambahkan, setiap pelaksanaan apel pagi para siswa rutin diingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghargai, menghormati, serta menghindari segala bentuk kekerasan. Nilai-nilai tersebut diperkuat melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang dikembangkan Kementerian Agama sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak, peduli, dan memiliki empati terhadap sesama.
"Kami terus mengedukasi siswa agar tidak takut, tidak malu, dan tidak menyembunyikan masalah apabila menjadi korban perundungan. Begitu pula teman-temannya, jika melihat tindakan bullying, segera laporkan kepada guru, wali kelas, atau guru BK agar dapat ditangani sejak dini," tegas Zakiah Mahmud.
Pada momentum Hari Anak Nasional 2026, Zakiah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi hak-hak anak. Menurutnya, anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan yang berkualitas, tetapi juga kasih sayang, perhatian, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka. Ia berharap sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah mampu melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....