Hari Anak Nasional Momentum Wujudkan Lingkungan Aman Ramah Bagi Anak
- 27 Jul 2026 15:17 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak. Komitmen tersebut mengemuka dalam dialog interaktif yang menghadirkan Kepala SMP Negeri 3 Tolitoli Rais, Guru MAN Buol Zakiah Mahmud, Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PHP dan PKA) DP3A B2KB Kabupaten Buol Irmawati, serta Konselor Anak dan Remaja Nur Hasnawati Bela.
Dalam dialog yang digelar pada 23 Juli 2026 tersebut, seluruh narasumber sepakat bahwa perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, media, hingga dunia usaha dinilai harus memperkuat kolaborasi agar setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan maupun perundungan.
Kepala SMP Negeri 3 Tolitoli, Rais, mengatakan pihak sekolah terus memperkuat sistem pencegahan kekerasan melalui pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), pelaksanaan tes diagnostik pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), serta pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang dianggap rawan.
"Komunikasi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci utama dalam mendampingi peserta didik. Dengan sinergi yang baik, berbagai persoalan yang dihadapi anak dapat dideteksi dan ditangani sejak dini," ujar Rais.
Sementara itu, Guru MAN Buol, Zakiah Mahmud, menjelaskan bahwa pihaknya terus membangun budaya saling menghargai melalui keteladanan guru, keterlibatan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), pembinaan karakter, serta penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh peserta didik.
"Kami juga mendorong siswa agar tidak takut melapor apabila mengalami ataupun menyaksikan tindakan perundungan. Keberanian untuk melapor menjadi langkah awal agar kasus dapat ditangani sedini mungkin," kata Zakiah Mahmud.
Dari sisi pemerintah daerah, Kabid PHP dan PKA DP3A B2KB Kabupaten Buol, Irmawati, menyampaikan bahwa berbagai program pencegahan terus diperkuat melalui pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), Relawan SAPA, edukasi di lingkungan sekolah, serta kegiatan parenting bagi para orang tua. Ia menegaskan keluarga merupakan benteng pertama dalam memberikan perlindungan kepada anak dari berbagai bentuk kekerasan.
Konselor Anak dan Remaja, Nur Hasnawati Bela, menambahkan bahwa kesehatan mental anak perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, anak membutuhkan ruang yang aman untuk menyampaikan pendapat, perasaan, maupun persoalan yang dihadapinya tanpa rasa takut dihakimi oleh orang dewasa.
"Langkah pertama yang paling sederhana adalah mau mendengarkan anak. Dengarkan mereka tanpa menghakimi, tanpa memberi label negatif, dan berikan ruang bagi mereka untuk tumbuh, belajar, serta menyampaikan pendapatnya," ujar Nur Hasnawati Bela.
Menutup dialog, seluruh narasumber mengajak masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi sebagai pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan, serta kesempatan berkembang secara optimal. Melalui kolaborasi seluruh elemen, diharapkan terwujud generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....