Ustadz Arya: Generasi Islam Harus Bijak Hadapi Era Digital
- 25 Jul 2026 13:49 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk bagi generasi muda. Kemudahan mengakses berbagai informasi melalui internet dan media sosial memberikan banyak manfaat, namun disisi lain juga menghadirkan tantangan dalam menjaga kesehatan mental, akhlak, dan nilai-nilai keislaman.
Hal tersebut disampaikan Ustadz Arya Renaldi saat mengisi program Mimbar Islam di Pro 1 RRI Tolitoli, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital menuntut generasi Islam memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bertentangan dengan ajaran agama.
Ustadz Arya mengatakan, penggunaan media sosial dan teknologi secara berlebihan dapat berdampak pada perubahan pola pikir, perilaku, hingga kesehatan mental, terutama di kalangan remaja yang menjadi kelompok paling aktif memanfaatkan teknologi digital.
"Jika tidak disikapi dengan bijak, kondisi ini dapat mempengaruhi pola pikir, perilaku, serta kesehatan mental, karena maraknya penggunaan teknologi yang berlebihan, seperti game online ataupun scroll media sosial dalam waktu yang lama," ujar Ustadz Arya Renaldi.
Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, orang tua merupakan pendidik pertama yang bertanggung jawab menanamkan aqidah yang kuat, membiasakan ibadah, sekaligus mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Selain keluarga, lembaga pendidikan juga dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan karakter. Ustadz Arya menilai literasi digital perlu diimbangi dengan penanaman nilai-nilai keislaman agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berdakwah, serta menyebarkan pesan-pesan positif kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa ajaran Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga lisan, pandangan, dan perbuatan, termasuk ketika beraktivitas di dunia maya. Karena itu, masyarakat diharapkan mampu menyaring setiap informasi yang diterima, menghindari penyebaran hoaks, serta tidak terlibat dalam perundungan maupun ujaran kebencian di media sosial.
"Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membentuk generasi Islam yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia sehingga mampu menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan jati diri," tegasnya.
Menutup tausiyahnya, Ustad Arya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan digital yang sehat melalui edukasi, pengawasan, dan keteladanan. Dengan bekal iman, ilmu pengetahuan, serta akhlakul karimah, teknologi diharapkan menjadi sarana untuk menebarkan manfaat, memperkuat ukhuwah, serta melahirkan generasi yang berprestasi dan membawa kebaikan bagi umat maupun bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....