BMKG Tolitoli Ajak Generasi Muda Perkuat Edukasi Kebencanaan
- 24 Jul 2026 16:33 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tolitoli, Wahyu, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat edukasi kebencanaan, khususnya kepada generasi muda. Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi.
Ajakan tersebut disampaikan Wahyu usai menghadiri Program Buol Menyapa di Studio Kolaborasi RRI Buol, Kamis (23/7/2026). Menurutnya, edukasi kebencanaan harus menjadi tanggung jawab bersama agar masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Wahyu menjelaskan, kondisi geografis Indonesia menyebabkan masyarakat harus memiliki kesiapsiagaan yang baik terhadap berbagai ancaman bencana, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, maupun cuaca ekstrem. Oleh sebab itu, edukasi mengenai mitigasi bencana perlu dilakukan secara berkelanjutan.
"Edukasi kebencanaan harus menjadi perhatian bersama. Semakin dini masyarakat memahami mitigasi bencana, maka semakin besar peluang untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi," ujar Wahyu.
Ia menegaskan bahwa edukasi kebencanaan tidak hanya sebatas mengenalkan jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di suatu wilayah. Lebih dari itu, masyarakat perlu dibekali dengan pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Menurut Wahyu, pengetahuan mengenai prosedur evakuasi, teknik penyelamatan diri, hingga kesiapan menghadapi situasi darurat merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian materi akibat bencana alam.
"Pemahaman tentang prosedur evakuasi, penyelamatan diri, dan kesiapan menghadapi situasi darurat harus dimiliki masyarakat. Dengan pengetahuan tersebut, dampak bencana dapat diminimalisir melalui tindakan mitigasi yang tepat," katanya.
Wahyu berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, BMKG, serta masyarakat terus diperkuat agar edukasi kebencanaan dapat menjangkau lebih banyak kalangan. Menurutnya, sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk menanamkan budaya sadar bencana kepada generasi muda.
BMKG Tolitoli optimistis peningkatan literasi kebencanaan akan menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Dengan kesiapsiagaan yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil langkah yang tepat saat menghadapi kondisi darurat sehingga risiko dan dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....