Tes Urine Insidentil di Lapas Parigi, Hasil Pemeriksaan Seluruhnya Negatif

  • 22 Jul 2026 13:43 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi menggelar tes urine secara mendadak terhadap sejumlah petugas yang dipilih secara acak pada Senin, 20 jUli 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga integritas aparatur serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Pelaksanaan tes urine ini menjadi bentuk dukungan Lapas Parigi terhadap Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Langkah preventif tersebut juga bertujuan mendeteksi secara dini potensi penyalahgunaan narkotika di kalangan petugas sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Proses pengambilan sampel dilakukan sesuai prosedur dengan melibatkan tim tenaga kesehatan (Nakes) Lapas Parigi bersama jajaran Keamanan dan Ketertiban (Kamtib). Seluruh rangkaian kegiatan turut diawasi secara langsung oleh Kepala Subseksi Kamtib dan tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) guna memastikan pelaksanaan berlangsung transparan dan akuntabel.

Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan menyasar sejumlah petugas yang dipilih menggunakan metode acak (random). Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif atau tidak ditemukan indikasi penggunaan narkotika maupun obat-obatan terlarang lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Kelas III Parigi I Wayan Widana mengatakan hasil tersebut mencerminkan komitmen jajaran Lapas Parigi dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba di lingkungan kerja. Menurutnya, integritas seluruh petugas harus terus dijaga melalui pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Hasil negatif ini membuktikan integritas jajaran Lapas Parigi yang sejalan dengan komitmen pemberantasan narkoba. Kami menerapkan prinsip zero tolerance atau tanpa kompromi sedikit pun bagi petugas yang coba-coba bersinggungan dengan barang haram tersebut. Sanksi tegas menanti siapa pun yang melanggar. Tes urine acak seperti ini akan terus kami laksanakan secara insidentil guna memastikan lingkungan Lapas benar-benar bersih dan steril," tegas I Wayan Widana.

Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, hasil pelaksanaan tes urine tersebut segera disusun dalam laporan atensi untuk disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah. Melalui langkah ini, Lapas Kelas III Parigi menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberantasan narkoba sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....