Calon Tunggal Pilkades Tolitoli Dinilai Jadi Catatan Demokrasi

  • 20 Jul 2026 15:58 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, TOLITOLI – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Tolitoli yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026 akan diikuti oleh 44 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan. Dari total desa yang melaksanakan Pilkades, dua desa di antaranya hanya memiliki satu pasangan calon sehingga akan berhadapan dengan kotak kosong.

Fenomena calon tunggal dalam Pilkades tersebut menjadi perhatian sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tolitoli, Ardan, yang menilai kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam pelaksanaan demokrasi di tingkat desa.

Menurut Ardan, hadirnya hanya satu pasangan calon membuat masyarakat kehilangan alternatif dalam menentukan pemimpin desa yang akan memimpin selama enam tahun ke depan. Ia menilai kompetisi merupakan salah satu unsur penting dalam demokrasi.

"Fenomena calon tunggal ini menjadi kemunduran demokrasi. Masyarakat sebagai pemilih tidak memiliki alternatif pilihan untuk menentukan siapa yang dianggap paling layak memimpin desa," ujar Ardan saat dimintai tanggapan, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, demokrasi yang sehat seharusnya memberikan ruang bagi lebih dari satu kandidat untuk bertarung secara terbuka. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan membandingkan visi, misi, serta program kerja yang ditawarkan masing-masing calon sebelum menentukan pilihan di tempat pemungutan suara.

Selain itu, Ardan menilai kondisi munculnya calon tunggal perlu menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, panitia penyelenggara Pilkades, hingga elemen masyarakat. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan minimnya jumlah calon di sejumlah desa.

"Ke depan, seluruh pihak perlu mengidentifikasi kendala yang menyebabkan sedikitnya jumlah calon kepala desa. Dengan begitu, pada Pilkades berikutnya diharapkan semakin banyak kandidat yang ikut berkompetisi sehingga demokrasi desa berjalan lebih sehat, kompetitif, dan partisipatif," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tolitoli bersama panitia penyelenggara Pilkades dan aparat keamanan terus mematangkan berbagai tahapan pelaksanaan Pilkades Serentak 2026. Persiapan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pemungutan suara pada 22 Juli mendatang berlangsung aman, tertib, lancar, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pilkades Serentak 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat desa di Kabupaten Tolitoli dalam menentukan arah kepemimpinan di tingkat pemerintahan desa. Diharapkan seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih dapat menggunakan hak suaranya secara bertanggung jawab demi terwujudnya pemerintahan desa yang kuat dan aspiratif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....