Peringatan Heroik Dondo Teguhkan Semangat Perjuangan Bangsa

  • 21 Jul 2026 15:02 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Peringatan peristiwa heroik gugurnya para pejuang masyarakat Dondo dalam melawan penjajahan Jepang digelar di Desa Malomba, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan lokal sekaligus menumbuhkan kembali semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap sejarah perjuangan bangsa.

Peringatan itu mengangkat kembali kisah perjuangan Lanoni bersama rekan-rekannya yang melakukan perlawanan terhadap penindasan dan tindakan sewenang-wenang tentara Jepang pada masa penjajahan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan masyarakat Dondo mempertahankan harkat dan martabat bangsa.

Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa peringatan ini memiliki makna penting dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap perjuangan para pahlawan lokal. Menurutnya, sejarah perjuangan di Dondo menjadi bukti bahwa banyak daerah di Indonesia memiliki tokoh-tokoh yang turut berkontribusi dalam perjuangan menuju kemerdekaan.

“Peringatan perlawanan masyarakat Dondo terhadap penjajah Jepang merupakan rekam jejak sejarah bahwa banyak tokoh dan pahlawan lokal, seperti Lanoni dan Haji Hayun, telah menunjukkan keberanian dalam melawan penjajahan Belanda maupun Jepang di Nusantara,” ujar Jemi Yusuf.

Ia menegaskan, semangat perjuangan para pahlawan lokal harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, keberanian dan pengorbanan yang telah ditunjukkan para pejuang merupakan teladan yang patut dijadikan inspirasi dalam membangun daerah maupun bangsa.

Jemi Yusuf berharap generasi muda tidak hanya mengenal sejarah melalui buku, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu. Dengan demikian, semangat nasionalisme, persatuan, dan rasa cinta tanah air dapat terus tumbuh di tengah tantangan zaman.

“Semoga nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pejuang bangsa, termasuk Lanoni dan kawan-kawan di Dondo, menjadi pengingat sekaligus pengobar semangat generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang mensejahterakan masyarakat Indonesia. Hal itu merupakan tanggung jawab sejarah atas pengorbanan para pahlawan,” katanya.

Menurutnya, mengisi kemerdekaan pada masa kini tidak lagi dilakukan melalui peperangan, melainkan melalui kerja nyata, pembangunan, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat. Nilai keberanian, keikhlasan, dan persatuan yang diwariskan para pejuang harus menjadi landasan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui peringatan tahunan tersebut, masyarakat diharapkan tidak sekadar mengenang peristiwa sejarah sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadikannya sebagai sarana edukasi sejarah, khususnya bagi generasi muda. Dengan memahami besarnya pengorbanan para pahlawan lokal dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, diharapkan tumbuh kesadaran untuk menjaga persatuan, mengamalkan nilai-nilai kejuangan, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....