BPBD Tolitoli Rampungkan Konsep Jalur Evakuasi Tsunami
- 20 Jul 2026 11:27 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, TOLITOLI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli memastikan rancangan beserta peta konsep titik dan jalur evakuasi tsunami di wilayah tersebut telah selesai disusun. Namun, pemasangan rambu-rambu evakuasi di lapangan hingga kini belum dapat direalisasikan karena terkendala pergeseran anggaran daerah.
Kepastian tersebut disampaikan Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tolitoli, Ramli, S.H., saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Tolitoli Menyapa di RRI Tolitoli, Selasa (14/7/2026). Menurutnya, konsep jalur evakuasi telah disiapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.
Ramli menjelaskan, BPBD Tolitoli bahkan telah mengajukan usulan anggaran kepada Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung pembangunan rambu-rambu evakuasi. Usulan tersebut sempat mendapatkan respons positif.
"Untuk titik-titik dan jalur evakuasi itu sebenarnya sudah ada pada konsep kami. Kami juga pernah mengajukan anggarannya ke Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB dan sempat mendapatkan respons," ujar Ramli.
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa pada periode anggaran 2021 hingga 2022 terjadi pengalihan prioritas pembiayaan pemerintah ke sejumlah daerah lain di Indonesia yang sedang mengalami bencana berskala besar. Kondisi tersebut menyebabkan anggaran untuk pemasangan papan penanda jalur evakuasi di Kabupaten Tolitoli belum dapat direalisasikan.
Meski belum memiliki rambu fisik, BPBD Tolitoli terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui berbagai program mitigasi bencana. Sejak 2021, BPBD secara rutin melaksanakan edukasi, sosialisasi, simulasi evakuasi, hingga pembentukan Kampung Siaga Bencana bekerja sama dengan BMKG Pusat, salah satunya di Desa Galumpang.
Selain itu, kesiapan sistem peringatan dini di Kabupaten Tolitoli juga didukung dengan keberadaan Warning Receiver System (WRS) New Generation milik BMKG yang ditempatkan di Kantor BPBD Tolitoli. Perangkat tersebut mampu menerima informasi aktivitas kegempaan secara real-time selama 24 jam sehingga memudahkan petugas melakukan pemantauan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
"Setiap terjadi guncangan gempa, kami langsung mengkonfirmasi dan memperbarui data dari alat penerima informasi tersebut guna meredam kecemasan di tengah masyarakat. Kami juga berkoordinasi langsung dengan pimpinan daerah jika ada potensi bahaya," kata Ramli.
Lebih lanjut, Ramli mengingatkan seluruh instansi pemerintah, BUMN, BUMD, maupun pihak pengembang agar selalu memperhatikan standar konstruksi bangunan tahan gempa dalam setiap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tolitoli. Menurutnya, penerapan standar tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan risiko korban dan kerusakan apabila terjadi bencana.
Di akhir dialog, Ramli mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami, menghindari penyebaran maupun mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....