BMKG Minta Warga Buol Rujuk Informasi Resmi Soal Gempa

  • 20 Jul 2026 16:08 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar selalu mengacu pada informasi resmi terkait kejadian gempa bumi, terutama yang berpotensi menimbulkan tsunami. Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya mencegah penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks yang dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Pengamat Geofisika BMKG Stasiun Geofisika Gorontalo, Asyer Ochtav, mengatakan BMKG secara rutin menyampaikan informasi mengenai aktivitas gempa bumi melalui berbagai kanal resmi yang dapat diakses masyarakat dengan cepat, mudah, dan akurat. Informasi tersebut telah melalui proses analisis ilmiah oleh para ahli sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.

Menurut Asyer, masyarakat perlu lebih selektif dalam menerima informasi yang beredar, khususnya di media sosial maupun aplikasi percakapan. Ia menegaskan bahwa informasi yang berasal dari sumber tidak jelas berpotensi menyesatkan dan dapat menimbulkan keresahan.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap mempercayai informasi yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG, khususnya terkait gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami. Dengan mengacu pada informasi resmi, masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar dan terhindar dari hoaks," ujar Pengamat Geofisika BMKG Stasiun Geofisika Gorontalo, Asyer Ochtav, usai diwawancarai RRI di Kantor Bupati Buol, Jumat (17/7/2026).

Ia menambahkan, setiap informasi yang diterbitkan BMKG telah melalui tahapan pengolahan data dan analisis oleh tenaga profesional. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Asyer juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dapat menimbulkan kepanikan massal, terutama apabila berkaitan dengan isu potensi tsunami. Untuk itu, masyarakat diminta melakukan verifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi BMKG sebelum membagikan informasi kepada orang lain.

Selain mengandalkan informasi resmi, BMKG juga mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana. Pemahaman tentang langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi maupun potensi tsunami dinilai menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian.

"Selain memperoleh informasi yang benar, masyarakat juga perlu memahami langkah-langkah mitigasi bencana. Kesiapsiagaan merupakan kunci untuk meminimalkan risiko ketika terjadi gempa bumi maupun tsunami," tambah Asyer.

BMKG berharap masyarakat semakin bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi kebencanaan. Dengan menjadikan kanal resmi sebagai sumber utama informasi, masyarakat diharapkan terhindar dari berita bohong, tidak mudah panik, serta mampu mengambil langkah yang tepat apabila terjadi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....