Pemda Buol Apresiasi Survei BMKG Perkuat Mitigasi Bencana Daerah

  • 16 Jul 2026 11:32 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Pemerintah Kabupaten Buol memberikan apresiasi kepada tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dari Stasiun Meteorologi Gorontalo dan Stasiun Geofisika Toli-Toli yang melaksanakan kunjungan kerja sekaligus survei lapangan untuk memetakan potensi cuaca, iklim, dan kebencanaan di wilayah Buol, Selasa, 13 Juli 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memperoleh data teknis yang akan mendukung upaya mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan yang lebih aman di daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., saat menerima kunjungan tim BMKG di halaman Kantor Bupati Buol yang menjadi salah satu titik survei. Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Moh. Kacfi Mardjuni, S.Pi., M.Si.

Wakil Bupati Buol Moh. Nasir menegaskan bahwa kehadiran BMKG memiliki peran strategis mengingat kondisi geografis Kabupaten Buol yang rawan terhadap berbagai bencana alam. Menurutnya, hasil survei lapangan akan menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan mitigasi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi maupun kegempaan. “Kami atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Buol mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran BMKG Gorontalo dan Toli-Toli. Kehadiran bapak-bapak sekalian untuk melakukan survei di wilayah kami adalah langkah nyata yang sangat berharga untuk keselamatan warga kami,” ujar Moh. Nasir.

Senada dengan itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol Moh. Kacfi Mardjuni menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti hasil survei melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Ia mengatakan data yang dihasilkan BMKG akan dimanfaatkan untuk memperbarui peta kawasan rawan bencana sekaligus memperkuat sistem peringatan dini hingga tingkat desa dan kecamatan. “Data dari survei BMKG Gorontalo dan Toli-Toli ini sangat membantu kami di BPBD untuk bekerja lebih responsif dan presisi. Kami siap mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan survei ini agar berjalan dengan lancar,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Gorontalo Asyer Oktaf menjelaskan bahwa survei dilakukan menggunakan metode perekaman getaran alami tanah atau microtremor. Menurutnya, metode tersebut mampu menggambarkan karakteristik struktur bawah permukaan hingga kedalaman puluhan meter. “Pengambilan data lapangan ini dilakukan menggunakan metode perekaman getaran alami tanah (microtremor) di permukaan. Melalui konfigurasi titik rekam tertentu, data rekaman tersebut mampu mengeksplorasi dan menjelaskan kondisi karakteristik struktur bawah permukaan hingga kedalaman beberapa puluh meter secara akurat,” jelas Asyer.

Survei difokuskan pada kawasan permukiman dan sejumlah desa yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi pada 12 Juli 2026. Hasil pengolahan data nantinya akan disajikan dalam bentuk peta spasial kerentanan tanah, dokumen rekomendasi mikrozonasi sebagai dasar kebijakan tata ruang dan standar bangunan tahan gempa, serta laporan kompilasi yang akan diintegrasikan dengan BMKG Pusat di Jakarta untuk memperbarui basis data kegempaan nasional.

Selain melakukan survei teknis, tim BMKG juga berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buol serta memberikan sosialisasi mengenai perkembangan gempa susulan dan kondisi kerusakan di lapangan. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta hanya mengakses informasi resmi melalui BMKG dan BPBD setempat guna mencegah penyebaran hoaks yang dapat memicu kepanikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....