KPP Pratama Gelar Khotmil Al-quran Berlangsung Khidmat

  • 20 Jul 2026 16:15 WIB
  •  Toli Toli

RRR.CO.ID,Tolitoli - Dalam rangka memperingati Hari Pajak Nasional yang diperingati setiap 14 Juli, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tolitoli menggelar serangkaian kegiatan yang sarat makna,Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai spiritual bagi seluruh pegawai dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah Pajak Bertilawah, yakni Khotmil Al-Qur'an yang dipimpin oleh Mirza Mustofa. Suasana berlangsung khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang diharapkan membawa keberkahan serta memperkuat semangat pengabdian para pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Usai Khotmil Al-Qur'an, kegiatan dilanjutkan dengan Pembinaan Mental bertema Pajak Menebar Manfaat, Membawa Berkah yang menghadirkan Ustadz Fadjar Masyhur, S.Ag sebagai pemateri. Tausiyah tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya memaknai kewajiban perpajakan tidak hanya dari aspek administratif, tetapi juga dari sisi nilai-nilai keagamaan dan kemaslahatan bersama.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KPP Pratama Tolitoli, Budi Mulyadi, Ketua DKM Masjid As-Suffah, Lukman Hakim, serta seluruh jajaran pegawai KPP Pratama Tolitoli. Kehadiran seluruh peserta menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang profesional sekaligus berlandaskan nilai spiritual.

Dalam tausiyahnya, Ustad Fadjar Masyhur menjelaskan bahwa Islam mengajarkan adanya hak-hak yang harus ditunaikan dari harta seseorang, bukan hanya zakat semata. Beliau mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa terdapat kewajiban lain yang dapat muncul sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada kondisi tertentu.

Lebih lanjut, Ustadz Fadjar menerangkan bahwa penjelasan tersebut diperkuat oleh keterangan Imam Al-Mubarakfuri yang menyebutkan bahwa kewajiban tersebut bersifat temporer atau insidental, seperti membebaskan tawanan, memberi makan orang yang berada dalam kondisi darurat, menyelamatkan jiwa, serta memenuhi hak-hak yang wajib ditunaikan ketika keadaan mengharuskannya.

Menurutnya, prinsip tersebut menunjukkan bahwa syariat Islam selalu mengedepankan kemaslahatan umat.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Ustadz Fadjar menegaskan bahwa pajak merupakan salah satu instrumen penting untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemaslahatan bersama.

Meski demikian, penerapannya harus tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan, sehingga tidak ada masyarakat yang dibebani di luar batas kemampuannya atau dipaksa melebihi kebutuhan yang semestinya.

Melalui momentum Hari Pajak Nasional ini, Ustadz Fadjar berharap seluruh masyarakat semakin memahami bahwa pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun bangsa.

Ia berharap nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keikhlasan dapat terus tumbuh sehingga pajak benar-benar menjadi sarana menghadirkan manfaat yang luas, membawa keberkahan, serta mendukung pembangunan yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....