Pasca Gempa Buol, Kepala Dinas Dikbud Imbau Sekolah Tidak Terburu-buru Memulai KBM

  • 13 Jul 2026 18:31 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, BUOL – Menanggapi kekhawatiran masyarakat pascagempa berkekuatan 5,4 Magnitudo yang mengguncang Kabupaten Buol, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buol Muhammad Singara mengimbau seluruh kepala sekolah dan guru untuk tidak terburu-buru memaksakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun proses administrasi lainnya pada hari pertama masuk sekolah.

Hal ini disampaikan langsung melalui sebuah pesan suara yang beredar di grup koordinasi internal Dinas Dikbud Buol. Langkah tersebut diambil guna mengantisipasi dampak psikologis dan trauma yang masih dialami oleh para siswa, orang tua, maupun tenaga pendidik pascabencana.

Kepala Dinas Dikbud Buol menekankan bahwa meskipun sekolah tetap dibuka, prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan penyesuaian kondisi di lapangan, sembari menunggu arahan resmi lebih lanjut dari pemerintah daerah.

"Secara psikologis, Bapak/Ibu guru dan orang tua siswa tentu masih merasa takut dan trauma untuk membawa anaknya ke sekolah di hari pertama setelah libur. Oleh karena itu, saya menyarankan untuk tidak dipaksakan dulu proses belajar mengajar maupun administrasi penerimaan siswa baru," ujar Muhammad Singara, Senin, 13 Juli 2026.

Imbauan khusus ini terutama ditujukan bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pesisir, yang dinilai paling merasakan dampak dan kecemasan akan potensi gempa susulan. Sementara untuk wilayah pedalaman, kondisi dinilai relatif lebih aman, meski kewaspadaan tetap harus dijaga karena kekhawatiran orang tua masih tergolong tinggi.

Meskipun KBM belum berjalan normal, Kepala Dinas Dikbud tetap meminta kepada seluruh Kepala Sekolah dan staf guru untuk datang ke sekolah guna melakukan peninjauan. Hal ini diperlukan untuk mengidentifikasi dan memetakan apakah ada fasilitas atau bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa.

"Saya menyarankan agar Bapak Kepala Sekolah dan teman-teman guru tetap ke sekolah untuk mengidentifikasi jika terjadi kerusakan. Sedapat mungkin hal tersebut segera dilaporkan kepada kami," tambahnya.

Data identifikasi kerusakan tersebut nantinya akan dihimpun menjadi bahan laporan resmi Dinas Dikbud untuk diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Buol serta pihak-pihak terkait yang membutuhkan informasi perkembangan pascagempa di sektor pendidikan.

Pihak dinas juga meminta seluruh pihak sekolah untuk tetap memantau perkembangan informasi resmi dari pemerintah daerah mengenai petunjuk teknis pelaksanaan awal persekolahan pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....