Ustadz Safwan: Pahami Tawassul Sesuai Akidah Islam
- 14 Jul 2026 12:41 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Tawassul merupakan salah satu amalan yang dikenal dalam ajaran Islam sebagai sarana atau wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam memanjatkan doa. Namun, para ulama mengingatkan agar praktik tawasul tetap berada dalam koridor tauhid, dengan meyakini bahwa hanya Allah SWT yang berhak mengabulkan setiap doa.
Secara bahasa, tawassul berarti mengambil sarana atau perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, terdapat tiga bentuk tawassul yang disepakati para ulama, yakni bertawassul dengan Asmaul Husna (nama-nama Allah yang baik), dengan amal saleh yang pernah dilakukan sendiri, serta melalui doa orang saleh yang masih hidup.
Tokoh Agama Islam Kabupaten Tolitoli, Ustadz Safwan Siduppa, menjelaskan bahwa hakikat tawassul adalah menjadikan wasilah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan menjadikan perantara sebagai pihak yang memiliki kekuatan mengabulkan doa.
"Jadi wasilah atau perantara hanyalah sebab. Jangan sampai ada keyakinan bahwa makhluk yang dijadikan perantara memiliki kekuatan mandiri untuk mengabulkan doa. Jika keyakinan itu bergeser, maka di situlah letak bahayanya," ujar Ustadz Safwan kepada RRI.co.id, Sabtu (11/7/2026).
Ia menambahkan, praktik meminta doa kepada ulama, kiai, maupun orang tua yang dikenal saleh diperbolehkan selama tetap meyakini bahwa yang mengabulkan doa hanyalah Allah SWT. Hal tersebut juga pernah dicontohkan para sahabat Nabi Muhammad SAW yang meminta Rasulullah SAW mendoakan mereka saat menghadapi musim kemarau.
Selain itu, seorang muslim juga dapat bertawassul dengan amal saleh yang pernah dilakukan secara ikhlas. Konsep tersebut didasarkan pada kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua dan memohon pertolongan Allah dengan menyebut amal terbaik yang pernah mereka lakukan hingga akhirnya batu besar yang menutup pintu gua bergeser atas izin Allah SWT.
Menurut Ustadz Safwan, pemahaman yang benar mengenai tawassul akan menjaga umat Islam dari praktik yang menyimpang serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
"Yang paling utama adalah menjaga akidah. Yakinlah bahwa hanya Allah yang memberi manfaat, mengabulkan doa, dan mendatangkan pertolongan. Wasilah hanyalah sarana, bukan penentu takdir," tegasnya.
Ia berharap masyarakat Muslim di Kabupaten Tolitoli dapat menjalankan ibadah dan doa dengan pemahaman yang lurus, terhindar dari kesalahpahaman, serta terus menjaga ukhuwah Islamiyah di atas fondasi ilmu dan akidah yang benar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....