Puluhan Buaya Muncul di Muara Salu, Warga Diminta Tingkatkan Waspada

  • 13 Jul 2026 19:51 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Kemunculan sekitar 10 ekor buaya di kawasan Muara Salu, Kelurahan Tambun, menimbulkan keresahan di kalangan warga. Satwa liar tersebut dilaporkan telah memangsa sedikitnya empat ekor hewan peliharaan milik masyarakat, sehingga warga diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar bantaran sungai.

Laporan mengenai kemunculan buaya telah diterima pemerintah setempat. Keberadaan reptil tersebut disebut bukan kali pertama terjadi, namun belakangan menjadi perhatian karena telah menimbulkan kerugian bagi warga akibat hilangnya hewan peliharaan yang diduga dimangsa buaya.

Lurah Tambun Idham kepada RRI membenarkan bahwa buaya memang kerap terlihat di kawasan Muara Salu. Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama karena habitat buaya berada di sekitar wilayah tersebut.

"Buaya memang sering muncul di kawasan Muara Salu. Namun, belakangan ini keberadaannya menjadi perhatian karena sudah memangsa beberapa hewan peliharaan milik warga," ujar Idham.

Ia menambahkan, pemerintah kelurahan akan terus melakukan langkah antisipasi dengan berkoordinasi bersama instansi terkait untuk mencari solusi terhadap keberadaan buaya di kawasan tersebut. Upaya itu dilakukan guna meminimalkan potensi konflik antara satwa liar dengan masyarakat sekaligus menjaga keselamatan warga.

Selain berkoordinasi dengan pihak terkait, pemerintah kelurahan juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memancing kemunculan maupun agresivitas buaya. Warga diimbau tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat keberadaan buaya masih sering terpantau.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, tidak mendekati atau memancing perhatian buaya, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila kembali melihat kemunculan satwa tersebut," kata Idham. Pemerintah berharap langkah kewaspadaan tersebut dapat mencegah terjadinya insiden yang membahayakan keselamatan warga sekaligus menjadi dasar penanganan lebih lanjut bersama instansi terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....