Pendidikan Perlu Seimbangkan Prestasi Akademik dan Karakter Siswa
- 13 Jul 2026 19:49 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter dinilai menjadi kunci dalam mencetak generasi yang cerdas sekaligus berintegritas. Kalangan akademisi menilai keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari kemampuan peserta didik menerapkan nilai-nilai moral, tanggung jawab, dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Program Studi Keperawatan Tolitoli Poltekkes Kemenkes Palu Sova Evie kepada RRI mengatakan dunia pendidikan harus mampu menjalankan dua fungsi utama secara seimbang, yakni meningkatkan kemampuan intelektual sekaligus membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, kedua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan.
"Pendidikan tidak berjalan dalam satu arah yang hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik. Proses pendidikan juga harus mampu menanamkan nilai-nilai karakter agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan bertanggung jawab," kata Sova Evie.
Sova menjelaskan, masih banyak peserta didik yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata, namun perkembangan karakter mereka belum optimal. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan agar lulusan tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.
Pandangan serupa disampaikan Dosen Psikologi Pendidikan Universitas Madako Tolitoli Jaya. Ia menilai fenomena tersebut banyak ditemukan pada anak-anak saat ini, di mana kecerdasan akademik berkembang cukup baik, tetapi belum diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat.
"Sebagian besar peserta didik memiliki kecerdasan akademik yang baik, tetapi masih lemah dalam aspek karakter. Hal ini terjadi karena pengembangan fungsi otak kiri dan otak kanan belum berjalan secara seimbang. Pembelajaran selama ini lebih menekankan kemampuan berpikir logis dan akademik, sementara kreativitas, empati, serta pembentukan sikap dan kepribadian belum memperoleh porsi yang setara," ujar Jaya.
Para akademisi berharap sekolah, perguruan tinggi, keluarga, dan masyarakat dapat memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan karakter. Dengan kolaborasi tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, bertanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....