Pendampingan Orang Tua Cegah Dampak Negatif Bermain Game pada Anak
- 04 Jul 2026 15:03 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Maraknya penggunaan game digital di kalangan anak dan remaja menjadi perhatian berbagai pihak. Selain sebagai sarana hiburan, game juga dinilai mampu melatih konsentrasi, kemampuan berpikir, dan strategi. Namun, manfaat tersebut hanya dapat dirasakan apabila anak bermain secara bijak dengan pendampingan dari orang tua.
“Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak saat bermain game. Orang tua tidak perlu langsung melarang, tetapi harus memberikan pendampingan dan batasan yang jelas agar game tetap menjadi hiburan yang sehat,” ungkap Ghufron salah satu guru bimbingan konseling (BK) di Tolitoli saat ditemui rri.co.id, Jumat, 3 Juli 2026.
Ghufron menjelaskan bahwa orang tua dapat mengatur waktu bermain, memilih game yang sesuai dengan usia anak, serta mengawasi konten yang dimainkan. Selain itu, anak juga perlu diajak melakukan kegiatan positif lainnya, seperti belajar, berolahraga, beribadah, serta berinteraksi dengan keluarga maupun teman agar keseimbangan aktivitas tetap terjaga.
Menurutnya, orang tua juga perlu menerapkan aturan yang jelas mengenai waktu bermain game, misalnya setelah tugas sekolah dan ibadah selesai, serta membatasi durasi bermain sesuai usia anak. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten akan membantu anak memahami bahwa game hanyalah hiburan, bukan prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari.
Ghufron menambahkan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci utama dalam membangun kebiasaan bermain game yang sehat. Dengan komunikasi yang terbuka, anak akan lebih mudah menerima aturan yang telah disepakati bersama tanpa merasa dikekang.
Ia juga mengingatkan agar orang tua mengenali tanda-tanda anak mulai mengalami kecanduan game, seperti sulit berhenti bermain, lebih memilih bermain game daripada belajar atau berinteraksi dengan keluarga, prestasi belajar menurun, mudah marah saat dilarang bermain, hingga mengabaikan waktu makan, istirahat, dan tanggung jawab sehari-hari.
Apabila tanda-tanda tersebut mulai terlihat, Ghufron menyarankan agar orang tua segera memberikan pendampingan yang lebih intensif, menerapkan aturan secara konsisten, serta bekerja sama dengan guru maupun tenaga profesional apabila diperlukan. Menurutnya, sinergi antara keluarga dan sekolah menjadi langkah penting agar anak dapat memanfaatkan game secara bijak tanpa mengganggu perkembangan maupun prestasi belajarnya.
Melalui pendampingan yang tepat, bermain game dapat menjadi sarana hiburan sekaligus media untuk mengembangkan kemampuan berpikir, kreativitas, dan pemecahan masalah. Karena itu, keterlibatan orang tua dan sekolah sangat dibutuhkan agar anak memperoleh manfaat positif dari perkembangan teknologi digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....