Anggota DPRD Tolitoli Dorong Penguatan Deteksi dan Pengobatan TB
- 30 Jun 2026 21:00 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, menyoroti tingginya angka kasus Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Tolitoli dan meminta pemerintah daerah memperkuat upaya penanggulangan penyakit menular tersebut. Menurutnya, pengendalian TB harus menjadi perhatian serius mengingat penyakit ini masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat dan membutuhkan penanganan yang berkelanjutan.
Jemi menjelaskan, upaya tersebut sejalan dengan target nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Melalui strategi TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh), pemerintah menargetkan eliminasi TB pada 2030 dan Indonesia bebas TB pada 2050 dengan menyediakan layanan pemeriksaan serta pengobatan secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah.
Berdasarkan data yang diterimanya, sejak 2022 hingga 2024 Kabupaten Tolitoli mencatat rata-rata sekitar 520 kasus TB setiap tahun. Sementara itu, hingga Mei 2025 telah tercatat sebanyak 189 kasus atau hampir 40 persen dari rata-rata kasus tahunan. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa penguatan upaya pencegahan dan pengendalian harus terus dilakukan.
"Kasus TB di Tolitoli masih cukup tinggi. Ini harus menjadi perhatian bersama karena pengobatan TB membutuhkan waktu yang panjang, sekitar enam bulan hingga satu tahun. Jangan sampai kasus terus meningkat karena penanganannya tidak dilakukan secara optimal," kata Jemi Yusuf.
Ia menegaskan, penanganan penyakit menular tidak boleh terhambat oleh keterbatasan anggaran. Karena itu, Jemi mendorong Pemerintah Kabupaten Tolitoli bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan ketersediaan pembiayaan bagi seluruh program penanggulangan TB, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan, pengobatan hingga pendampingan pasien sampai dinyatakan sembuh.
"Kalau memang dibutuhkan, pemerintah daerah dapat memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan kasus atau muncul potensi wabah. Jangan sampai persoalan anggaran menghambat upaya melindungi kesehatan masyarakat," ujarnya.
Jemi berharap penguatan deteksi dini, penyelesaian pengobatan hingga tuntas, edukasi kepada masyarakat, serta dukungan anggaran menjadi prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mendukung tercapainya target eliminasi TB pada 2030 sekaligus memastikan masyarakat Kabupaten Tolitoli memperoleh perlindungan kesehatan yang lebih baik dari ancaman penyakit menular.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....