Program ‘Cara Bisa’: Langkah Camat Paleleh Barat Jemput Bola
- 26 Jun 2026 15:38 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol - Pemerintah Kecamatan Paleleh Barat, Kabupaten Buol, terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang kini tengah digalakkan adalah program inovatif bernama “Cara Bisa”.
Camat Paleleh Barat, Wahyudin Hi. Kadir, menjelaskan bahwa "Cara Bisa" merupakan akronim dari Camat dan Perangkat Kecamatan Berkantor di Desa. Program ini sengaja didesain untuk memangkas jarak pelayanan dengan cara turun langsung ke tengah-tengah masyarakat desa atau sistem jemput bola.
Menurut Wahyudin, ide program ini lahir dari refleksi mendalam terhadap kondisi pasca-pandemi COVID-19. Kala itu, berbagai pembatasan seperti social distancing sempat membuat jalannya roda pelayanan publik seolah-olah mandek dan tidak bisa berbuat banyak.
"Bagaimana caranya kita keluar dari kondisi yang tidak bisa berbuat apa-apa? Ya, pakai 'Cara Bisa'. Kita datang lebih dekat dengan rakyat, datang lebih dekat dengan pemerintah desa, untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat," ujar Wahyudin kepada rri.co.id, Jumat, 26 Juni 2026
Beberapa fokus pelayanan yang dihadirkan langsung di desa melalui program ini meliputi percepatan pelunasan PBB-P2 se-Kabupaten Buol bersama Bapenda, pelayanan administrasi kependudukan oleh Disdukcapil, serta validasi data bantuan sosial bersama Dinas Sosial agar lebih tepat sasaran.
Selain itu, program ini juga memfasilitasi pendaftaran sertifikasi tanah masyarakat dengan menghadirkan BPN, sekaligus menjadikan penanganan stunting sebagai salah satu agenda pembahasan utama dalam setiap kunjungan kerja ke desa-desa.
"Kami menjembatani OPD teknis di kabupaten untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat," tambah Wahyudin. Langkah ini pun mendapat respons yang sangat positif dan disambut antusias oleh warga setempat.
Meski berjalan lancar, Wahyudin tidak menampik adanya kendala dalam pelaksanaan program, terutama menyangkut letak geografis Kecamatan Paleleh Barat yang cukup jauh dari ibu kota kabupaten. Hal ini membuat kehadiran OPD teknis sangat bergantung pada keselarasan waktu, kesempatan, dan ketersediaan anggaran.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat jajaran Kecamatan Paleleh Barat.
"Kami tidak menyerah hanya karena anggaran kemudian kita berpangku tangan atau menunggu saja di kantor. Kita bicara anggaran itu belakangan, intinya bagaimana kita memberikan pelayanan lebih dekat kepada masyarakat," tegasnya.
Wahyudin berharap program "Cara Bisa" ini ke depan dapat terus ditindaklanjuti dan didukung penuh oleh Bupati Buol serta instansi teknis terkait, termasuk dalam hal subsidi anggaran.
Dengan dukungan yang kuat, ia optimis bisa mewujudkan sebuah kecamatan dengan validasi data yang paling up-to-date, akurat, dan tercepat di wilayah pedesaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....