Kerukunan Keluarga Dondo Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

  • 24 Jun 2026 15:32 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Dondo (KKD) Sulawesi Tengah, Ustadz Alimudin, S.E., mengajak seluruh generasi muda untuk kembali mencintai dan melestarikan adat serta budaya Dondo di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Menurut Alimudin, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap budaya leluhur. Perkembangan teknologi dan arus globalisasi dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan budaya lokal mulai terpinggirkan.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya menjaga eksistensi budaya Dondo melalui penguatan kelembagaan adat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk Kerukunan Keluarga Dondo Sulawesi Tengah sebagai rumah besar bagi seluruh masyarakat Dondo di berbagai daerah.

"Kenapa saat ini budaya leluhur kurang mendapat perhatian dari generasi muda karena perkembangan zaman dan pengaruh teknologi. Tetapi kami sebagai tokoh komunitas Dondo tetap harus memiliki upaya melestarikan adat dan budaya, salah satunya dengan menguatkan kelembagaan adat dan membentuk Kerukunan Keluarga Dondo Sulawesi Tengah sebagai rumah besar seluruh komunitas Dondo," kata Alimudin saat diwawancarai RRI.CO.ID, Selasa, 23 Juni 2026.

Selain memperkuat organisasi, KKD juga memprioritaskan pelestarian bahasa Dondo sebagai identitas budaya masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyusunan buku pembelajaran bahasa Dondo yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan ajar di sekolah.

Alimudin menjelaskan, saat ini pembelajaran bahasa Dondo sudah mulai diterapkan di sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Dondo. Namun, proses belajar masih mengandalkan kamus bahasa Dondo sehingga diperlukan buku pembelajaran yang lebih sistematis.

"Kami sedang mempersiapkan penyusunan buku pembelajaran bahasa Dondo. Dalam waktu dekat tim penyusun akan kembali berkumpul agar buku ini bisa segera selesai. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga identitas bahasa Dondo," ujarnya.

Ia berharap langkah tersebut mampu menumbuhkan kembali rasa bangga generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerahnya. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh adat, tetapi juga seluruh masyarakat agar warisan leluhur tetap hidup di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....