Wagub Sulteng Resmi Membuka Deklarasi Konsorsium Iklim PTN-PTS
- 24 Jun 2026 14:53 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Tolitoli - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Secara resmi membuka Deklarasi Konsorsium Iklim dan Tanggap Bencana Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta se-Sulawesi Tengah, yang dirangkaikan dengan Kunjungan Kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia, di Aula Baru Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, Senin, 22 Juni 2026.
Kegiatan itu, menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah,dan berbagai pemangku kepentingan, dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim, serta risiko bencana di Sulawesi Tengah, yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur, menegaskan Sulawesi Tengah merupakan daerah yang memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai bencana alam, khususnya gempa bumi, tsunami, likuefaksi, hingga longsor. Serta, mengingatkan kembali pengalaman saat bencana besar tahun 2018, ketika dirinya terlibat langsung dalam proses evakuasi korban dan penanganan medis pada masa tanggap darurat.
“Sulawesi Tengah, adalah daerah yang sangat sering mengalami gempa bumi. Saya sendiri, merasakan langsung bencana besar tahun 2018, terlibat dalam proses evakuasi korban, menangani pasien dan melihat bagaimana dahsyatnya gempa, tsunami, hingga likuefaksi yang melanda Palu, Donggala, Sigi dan wilayah sekitarnya. Pengalaman itu, menjadi pelajaran besar bagi kita semua,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman bencana yang terus berulang, termasuk gempa bumi yang kembali terjadi baru-baru ini, menunjukkan kesiapsiagaan menghadapi bencana harus menjadi agenda bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan dan riset.
“Saya meyakini, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan yang komprehensif, kolaboratif dan berbasis ilmu pengetahuan agar risiko bencana dapat diminimalkan, serta kapasitas masyarakat menghadapi ancaman dapat semakin kuat,” tegasnya.
Dirinya, juga memperkenalkan berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui sembilan program unggulan BERANI, salah satunya BERANI Cerdas yang menjadi program penguatan sektor pendidikan.
Bahkan, menjelaskan sepanjang tahun 2025 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, telah menyalurkan beasiswa kepada sekitar 23 ribu penerima program berani cerdas, di mana sekitar 40 persen diantaranya merupakan mahasiswa perguruan tinggi.
Wagub Sulteng, juga mendorong dunia akademik, khususnya mahasiswa program doktoral dan peneliti, agar riset yang dilakukan berorientasi pada persoalan riil di Sulawesi Tengah. sehingga mampu menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Saya berharap penelitian, tesis maupun disertasi yang dilakukan perguruan tinggi dapat berangkat dari persoalan yang sedang dihadapi Sulawesi Tengah. Dengan begitu, dunia akademik benar-benar menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....