Rendahnya Kunjungan Posyandu Picu Risiko Stunting di Biau
- 23 Jun 2026 09:23 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol – Rendahnya kunjungan masyarakat ke puskesmas dan posyandu dinilai berdampak langsung terhadap meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk tingginya angka stunting. Selain menghambat deteksi dini penyakit, kondisi tersebut juga menyebabkan pemantauan kesehatan ibu hamil dan balita menjadi kurang optimal.
Kepala UPTD Puskesmas Biau, Jasma M. Djanab, menyatakan rendahnya animo masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan secara berkala menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka stunting di wilayah kerjanya saat ini.
“Rendahnya kunjungan ke puskesmas maupun posyandu menyebabkan meningkatnya resiko penyakit yang tidak tertangani serta menghambat deteksi dini berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini juga berdampak pada tingginya angka stunting karena pemantauan tumbuh kembang anak tidak berjalan secara optimal,” ungkap kepala UPTD Puskesmas Biau Jasma M.Djanab kepdada rri.co.id Senin 22 Juni 2026
Jasma menjelaskan, dari sejumlah wilayah layanan kesehatan di Kabupaten Buol, Kecamatan Biau menjadi salah satu wilayah dengan jumlah sasaran yang cukup besar karena berada di pusat ibu kota kabupaten. Namun, masih banyak ibu hamil maupun ibu menyusui yang belum rutin memanfaatkan layanan posyandu.
Akibatnya, proses pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sering terputus sehingga kondisi gizi maupun kesehatan anak tidak dapat terdeteksi sejak dini. Hal tersebut berpotensi meningkatkan risiko stunting apabila tidak segera ditangani.
Untuk menekan angka stunting, Puskesmas Biau terus melakukan berbagai langkah pencegahan, salah satunya dengan menyasar remaja putri di sekolah melalui pemberian tablet tambah darah. Program tersebut dilakukan karena remaja putri merupakan calon ibu yang perlu dipersiapkan kesehatannya sejak dini guna mencegah lahirnya generasi yang berisiko mengalami stunting.
“Kami terus melakukan upaya pencegahan, termasuk pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri di sekolah. Ini penting karena mereka adalah calon ibu yang akan menentukan kualitas kesehatan generasi mendatang,” kata Jasma.
Ia berharap masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui di Kecamatan Biau, dapat lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu secara rutin agar kesehatan ibu dan anak dapat terpantau dengan baik serta angka stunting dapat ditekan secara maksimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....