Diskominfo Tolitoli Ajak Warga Tingkatkan Literasi Digital

  • 19 Jun 2026 14:26 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli - Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tolitoli, Jusni M. Pangeran, mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan pemahaman terkait literasi digital agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan, ujaran kebencian, maupun hoax yang marak beredar di berbagai platform digital.

Menurut Jusni, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah membuka ruang yang sangat luas bagi masyarakat untuk berekspresi, berkreasi, serta mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Namun, kebebasan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan dalam memilah dan memverifikasi setiap informasi yang diterima.

“Literasi digital sangat penting di era perkembangan teknologi saat ini. Dengan kemampuan memahami dan memverifikasi informasi, masyarakat tidak akan mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun ujaran kebencian yang dapat merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujar Jusni M. Pangeran Kamis 18 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa derasnya arus informasi di media digital menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan internet dan media sosial. Setiap informasi yang diterima sebaiknya diperiksa terlebih dahulu kebenarannya sebelum disebarluaskan kepada orang lain.

“Dengan pemahaman yang baik tentang literasi digital, masyarakat tidak akan mudah terprovokasi oleh ujaran kebencian maupun hoaks yang berpotensi memecah persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat,” katanya.

Jusni juga mengingatkan pentingnya membangun budaya digital yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab agar teknologi informasi dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, komunikasi, serta pengembangan kreativitas yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Tolitoli melalui Diskominfo terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital sebagai langkah untuk menciptakan ruang digital yang aman, cerdas, dan bebas dari penyebaran informasi palsu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....