Umat Hindu Tolitoli Rayakan Galungan Penuh Makna di Perantauan
- 18 Jun 2026 16:56 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Umat Hindu di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, merayakan Hari Raya Galungan 2026 dengan khidmat di Pura Agung Jagat Nata Windu Segara, yang berlokasi di Jalan Radio, Kabinuang, Kelurahan Nalu, Rabu (17/6/2026).
Perayaan tersebut menjadi momen istimewa bagi umat Hindu yang merantau jauh dari kampung halaman, termasuk Ni Komang Ayu Sasmita, SH, seorang calon jaksa muda yang bertugas di Kejaksaan Negeri Tolitoli. Perempuan asal Bali itu mengaku baru pertama kali merayakan Hari Raya Galungan di Kabupaten Tolitoli.
Meski suasana perayaan tidak semeriah di Bali, dirinya tetap bersyukur dapat menjalankan ibadah bersama sesama umat Hindu di daerah perantauan.
"Saya sudah setahun dua bulan bertugas di Tolitoli. Awalnya merasa sedih karena momen Galungan harus jauh dari keluarga. Namun seiring berjalannya waktu, saya tetap bahagia karena masih bisa melakukan persembahyangan dengan khusyuk di pura ini," ujar Ni Komang Ayu Sasmita.
Ia menjelaskan, rangkaian perayaan Galungan masih akan berlanjut dengan Hari Umanis Galungan yang dilaksanakan sehari setelah puncak perayaan. Pada hari tersebut, umat Hindu biasanya melaksanakan Dharma Santi atau saling mengunjungi keluarga dan kerabat serta melakukan kegiatan rekreasi bersama.
Menurutnya, meskipun rangkaian kegiatan Galungan di Tolitoli tidak semeriah di Bali, seluruh prosesi tetap memiliki makna spiritual yang mendalam dan meninggalkan kesan tersendiri.
"Walaupun tidak semeriah di Bali, seluruh rangkaian perayaan Galungan di Tolitoli tetap penuh makna. Saya juga bersyukur mendapat izin untuk tidak masuk kantor sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan baik," tambahnya.
Ni Komang juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Galungan kepada seluruh umat Hindu, khususnya yang berada di Kabupaten Tolitoli, Buol, dan Parigi Moutong.
Hari Raya Galungan tahun 2026 jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Hari suci umat Hindu ini diperingati setiap 210 hari sekali, tepatnya pada Rabu Kliwon Wuku Dungulan. Galungan menjadi simbol kemenangan Dharma atau kebaikan melawan Adharma atau kejahatan, sekaligus momentum untuk memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya.
Rangkaian perayaan Galungan akan ditutup dengan Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....