Makna Muharram bagi Pemuda Buol: Saatnya Hijrah Jadi Penggerak Zaman
- 16 Jun 2026 14:44 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, BUOL - Momentum pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram tidak sekadar menjadi penanda kalender bagi generasi muda di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Bagi mereka, momen ini adalah alarm spiritual untuk merefleksikan kembali peran pemuda di tengah tantangan modernisasi yang kian deras.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dhito Biahimo, seorang tokoh pemuda lintas masjid yang juga akrab dikenal sebagai imam muda di Masjid Raya Tawakal Buol. Menurut Dito, makna hijrah yang menjadi inti dari Tahun Baru Islam harus dibawa ke ranah yang lebih kontekstual oleh anak-anak muda Buol saat ini.
"Hijrah bagi anak muda Buol hari ini bukan lagi soal berpindah tempat, melainkan hijrah secara mental dan produktivitas. Dari yang tadinya pasif menjadi aktif, dan dari yang sekedar menjadi penonton menjadi penggerak perubahan yang positif," ujar Dito saat ditemui usai mengimami jamaah di Masjid Raya Tawakal Buol, Senin, 15 Juni 2026
Pemuda yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial ini menyoroti bagaimana arus digitalisasi dan media sosial saat ini kerap melenakan generasi muda. Menurutnya, spirit Muharram harus dijadikan momentum untuk "berhijrah" dari kebiasaan-kebiasaan yang kurang produktif.
Ia menambahkan bahwa masjid seyogyanya tidak hanya dipandang sebagai tempat ritual ibadah semata, melainkan harus kembali dioptimalkan sebagai pusat peradaban dan wadah kreativitas anak muda.
"Anak muda Buol punya potensi luar biasa. Melalui momentum Tahun Baru Islam ini, kami di Pemuda Masjid Tawakal berkomitmen untuk terus merangkul teman-teman sejawat agar mau meluangkan waktu memakmurkan masjid. Kita ingin tunjukkan bahwa menjadi religius itu keren dan bisa berjalan beriringan dengan kreativitas," lanjutnya.
Dito juga berharap, di tahun baru Islam ini, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan generasi muda di Buol dapat semakin kuat, khususnya dalam membentengi moral generasi penerus dari dampak-dampak negatif perkembangan zaman.
"Langkah kecil dimulai dari saf-saf masjid. Kalau saf-saf subuh kita sudah mulai dipenuhi oleh anak-anak muda, maka masa depan Buol insyaallah akan jauh lebih berkah dan maju," pungkas imam muda tersebut dengan optimis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....