Perang Melawan Narkoba Butuh Sinergi Aparat, Kampus dan Masyarakat

  • 13 Jun 2026 21:44 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng), Brigjen Pol Nasri, yang diwakili Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba), Kombes Pol Pribadi Sembiring, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Peran Aparat Penegak Hukum Dalam Pencegahan dan Penanganan Narkoba, di Auditorium Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad), Kamis, 11 Juni 2026.

Kegiatan itu, menjadi wadah diskusi antara kalangan perguruan tinggi, tokoh masyarakat dan aparat penegak hukum dalam memperkuat sinergi menghadapi ancaman penyalahgunaan, serta peredaran gelap narkotika yang hingga kini masih menjadi tantangan serius bagi bangsa.

Dalam pemaparannya, Dirresnarkoba, menegaskan penanganan permasalahan narkoba tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan penegakan hukum semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan.

Hal itu karena, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkoba, serta menumbuhkan budaya hidup sehat dan produktif yang mampu menjadi benteng terhadap pengaruh negatif penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulteng, Kombes Pol Dr. Sirajuddin Ramly, mengatakan kegiatan FGD dinilai menjadi sarana penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi kepolisian dalam upaya pencegahan narkoba.

“Melalui forum diskusi seperti ini, kita dapat menyatukan pemikiran, pengalaman, dan perspektif dari berbagai pihak untuk merumuskan langkah-langkah yang lebih efektif dalam mencegah serta menangani permasalahan narkoba. Kampus, memiliki peran yang sangat strategis sebagai pusat pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Dirinya, menilai kehadiran aparat penegak hukum di lingkungan akademik merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun kesadaran hukum dan meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memerangi narkoba.

“Kami berharap FGD ini, tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata yang dapat diimplementasikan bersama. Sinergi antara kepolisian, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen bangsa sangat penting untuk mewujudkan Sulawesi Tengah yang bersih dari narkoba serta menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas dan berdaya saing,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....