Ibu guru Rohani 28 tahun mengabdi di SDN Pulias pulau

  • 12 Jun 2026 13:14 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Dedikasi terhadap dunia pendidikan ditunjukkan oleh Rohani Ismail, S.Pd, seorang guru di SDN Pulias Pulau, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli. Selama lebih dari 28 tahun, tepatnya sejak 1998, Rohani mengabdikan dirinya untuk mencerdaskan generasi muda di wilayah kepulauan dengan menempuh perjalanan laut menggunakan perahu setiap hari.

Berbagai tantangan alam seperti hujan, angin kencang hingga badai di lautan pernah dihadapi. Namun, kondisi tersebut tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk tetap hadir mengajar bagi anak-anak di Pulias Pulau.

“Saya mengajar di SDN Pulias Pulau sudah sejak 1998. Banyak yang bertanya kenapa saya bisa betah di daerah pulau. Jawabannya karena rasa cinta saya kepada anak-anak didik. Kadang ada rasa lelah, tetapi melihat senyum mereka rasa itu seketika hilang. Saya juga tidak pernah berniat pindah ke sekolah lain, biarlah sampai pensiun mengajar di sini,” ujar Rohani saat diwawancarai dalam program Indonesia Cerdas Pro 1 RRI Tolitoli, Rabu (10/6/2026).

Menurut Rohani, selama mengajar dirinya telah menyaksikan banyak lulusan SDN Pulias Pulau yang berhasil melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita, bahkan ada yang kini menjadi guru dan tenaga kesehatan.

Saat ini, SDN Pulias Pulau memiliki 25 siswa yang berasal dari kelas satu hingga kelas enam. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di satu gedung sekolah yang hanya memiliki tiga ruangan, sehingga ruangan tersebut harus disekat agar seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran.

“Saat ini keseluruhan ada 25 siswa. Sistem pembelajaran sama seperti di kota dan mengikuti kurikulum yang berlaku. Keterbatasannya hanya ada tiga tenaga pendidik, yakni satu kepala sekolah dan dua guru. Saya pernah bercanda dengan teman yang mengajar di kota untuk bertukar tempat, tetapi mereka menolak karena tidak sanggup menjalani perjalanan laut setiap hari,” katanya.

Rohani mengaku tetap ikhlas menjalani aktivitas pergi dan pulang menggunakan perahu meskipun tersedia akses darat. Menurutnya, kondisi jalan menuju lokasi sekolah masih memprihatinkan dan sulit dilalui sehingga jalur laut menjadi pilihan utama.

Ia berharap pemerintah maupun instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih kepada para guru yang bertugas di wilayah kepulauan, khususnya melalui pemberian insentif khusus sebagaimana yang diterapkan pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Harapan saya ada perhatian bagi guru-guru di kepulauan yang setiap hari harus menyeberang menggunakan perahu untuk mengajar. Kami ingin ada insentif khusus seperti yang diberikan kepada daerah 3T lainnya,” ungkap Rohani.

Dedikasi Rohani juga mendapat apresiasi dari para pendengar yang mengikuti program Indonesia Cerdas melalui sambungan telepon. Mereka memberikan dukungan dan semangat atas pengabdiannya yang telah berlangsung hampir tiga dekade.

Dalam menjalankan tugasnya, Rohani juga mendapat dukungan penuh dari sang suami yang setiap hari Senin hingga Jumat mengantarkannya ke sekolah menggunakan perahu. Kebersamaan tersebut menjadi bagian dari perjuangan mereka dalam mendukung pendidikan anak-anak di wilayah kepulauan Kabupaten Tolitoli.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....