Komunitas dan HMI Ajak Warga Jaga Satwa Laut Tolitoli
- 13 Jun 2026 12:27 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Upaya pelestarian ekosistem pesisir dan perlindungan satwa laut terus digencarkan oleh berbagai komunitas lingkungan di Kabupaten Tolitoli. Selain melakukan kegiatan konservasi di kawasan pesisir, komunitas pecinta lingkungan juga aktif mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap keberlangsungan habitat laut dan satwa yang terancam punah.
Ketua Buol Diving Club, Moh. Taufik Dj. Panua, mengatakan pihaknya rutin menggandeng komunitas lain yang memiliki visi serupa serta melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan laut. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
“Setiap melakukan aktivitas di wilayah pesisir laut, kami terkadang mengajak komunitas lain yang satu frekuensi dan masyarakat sekitar untuk memberikan edukasi tentang bagaimana menjaga ekosistem laut serta satwa laut yang terancam punah,” ujar Taufik kepada RRI.
| Baca juga: Lurah Leok I Ajak Warga Tertib Adminduk |
Ia menjelaskan, selain kegiatan edukasi, Buol Diving Club juga melakukan upaya perlindungan terhadap sejumlah lokasi yang menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut. Langkah tersebut bertujuan menjaga kawasan perkembangbiakan satwa laut agar tetap terlindungi dari ancaman kerusakan lingkungan maupun aktivitas yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
“Kami juga melakukan perlindungan terhadap tempat dan objek vital yang menjadi lokasi perkembangbiakan biota laut agar keberadaannya tetap terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tolitoli, Yogi Sentanu, menyoroti masih maraknya perburuan terhadap satwa laut yang dilindungi. Menurutnya, praktik tersebut dapat mengancam kelestarian populasi satwa laut dan mengurangi kekayaan hayati yang menjadi aset penting daerah.
Yogi mencontohkan Pulau Salando yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Tolitoli karena menjadi habitat lumba-lumba. Ia mengingatkan bahwa keberadaan satwa laut tersebut harus dijaga agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang dan wisatawan.
“Jika perburuan satwa laut terus dilakukan, tentu keberadaan lumba-lumba dan satwa lainnya akan semakin terancam. Padahal, keindahan dan kekayaan alam itu seharusnya tetap bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang maupun para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Salando,” kata Yogi.
Melalui edukasi, kolaborasi komunitas, serta peningkatan kesadaran masyarakat, berbagai pihak berharap kelestarian ekosistem pesisir dan satwa laut di Tolitoli dapat terus terjaga sebagai warisan alam yang bernilai ekologis dan ekonomis bagi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....