Pilkades Serentak Tolitoli Siap Digelar, DPMD Targetkan Partisipasi Tinggi
- 10 Jun 2026 15:13 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tolitoli terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 yang akan diikuti oleh 44 desa. Hari pencoblosan dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026 mendatang.
Kepala DPMD Kabupaten Tolitoli, Samsu M. Saleh, S.G., M.Si., mengatakan saat ini tahapan Pilkades telah memasuki fase pencalonan serta pemutakhiran data dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) menuju Daftar Pemilih Tetap (DPT).
"Evaluasi dari Pilkades sebelumnya menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat Tolitoli sangat tinggi, berada di atas 70 persen. Untuk tahun ini, kami berkomitmen menjaga dan meningkatkan angka tersebut," ujar Samsu dalam dialog interaktif bersama RRI Tolitoli, Kamis (4/6/2026).
Untuk mengantisipasi tingginya angka golput akibat kendala geografis, DPMD telah menginstruksikan panitia desa agar melakukan pemetaan wilayah secara cermat. Desa-desa yang memiliki dusun terpencil maupun wilayah kepulauan yang jauh dari pusat pemerintahan desa, seperti wilayah Laulalang, diperbolehkan membentuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) tambahan.
Menurut Samsuh, langkah tersebut bertujuan memudahkan masyarakat dalam menyalurkan hak pilih tanpa terkendala jarak dan waktu tempuh yang panjang.
Selain itu, antusiasme masyarakat untuk maju sebagai calon kepala desa juga terbilang tinggi. Dari 44 desa yang akan melaksanakan Pilkades, sekitar 90 persen desa mencatat jumlah bakal calon yang aktif mendaftar.
Bahkan, terdapat enam desa yang jumlah pendaftarnya melebihi batas maksimal sehingga harus dilakukan seleksi tambahan melalui pembobotan administrasi dan tes tertulis secara transparan.
Disisi lain, beberapa desa masih mengalami minimnya jumlah pendaftar. Sesuai regulasi yang berlaku, panitia telah melakukan perpanjangan masa pendaftaran. Apabila setelah dua kali perpanjangan tetap hanya terdapat satu calon, maka tahapan Pilkades tetap dilaksanakan dengan mekanisme melawan kotak kosong.
"Aturan Pilkades kali ini sangat ketat. Jika ada panitia yang terbukti bermain-main atau calon yang terbukti melakukan politik uang (money politics), sanksi tegas hingga diskualifikasi akan langsung diterapkan berdasarkan rekomendasi Panwas," tegas Samsu.
DPMD juga memberikan perhatian khusus terhadap pemilih pemula. Panitia desa diminta aktif mendata warga yang genap berusia 17 tahun pada hari pemungutan suara agar hak pilih mereka tetap terakomodasi dalam DPT meskipun KTP elektronik belum diterbitkan.
Samsu berharap seluruh tahapan Pilkades yang puncaknya ditandai dengan penetapan calon pada 18 Juni 2026 dapat berjalan jujur, adil, aman, dan kondusif.
"Kami berharap Pilkades tahun ini mampu melahirkan pemimpin desa yang memiliki integritas, kapasitas, serta legitimasi yang kuat dari masyarakat," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....