106 Tahun Peristiwa Salumpaga, Warga Kenang Imam Haji Hayun
- 06 Jun 2026 11:59 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli — Masyarakat Desa Salumpaga, Kecamatan Tolitoli Utara, menggelar tahlilan dan zikir bersama untuk mengenang jasa pejuang lokal, Imam Haji Hayun, dalam perjuangannya melawan penjajahan Belanda di Tolitoli. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan 106 tahun Peristiwa Salumpaga yang terjadi pada 5 Juni 1919.
Peringatan tahunan itu diikuti masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta berbagai elemen warga yang datang untuk mendoakan para pejuang sekaligus mengenang sejarah perjuangan masyarakat Salumpaga dalam mempertahankan kehormatan dan hak-haknya pada masa kolonial.
Tokoh Pemuda Salumpaga, Hamjan, mengatakan Peristiwa Salumpaga merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan rakyat Tolitoli yang hingga kini terus dikenang oleh masyarakat setempat. Menurutnya, setiap tanggal 5 Juni warga secara rutin menggelar berbagai kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang.
“Hari ini tepat 106 tahun Peristiwa Salumpaga. Masyarakat setiap tahun memperingatinya sebagai hari bersejarah melalui kegiatan zikir, doa bersama, hingga pementasan teatrikal yang menggambarkan perjuangan melawan penjajahan,” ujar Hamjan kepada RRI, Kamis (5/6/2026).
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan yang digelar tidak hanya bertujuan mengenang sejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Menurut Hamjan, masyarakat Salumpaga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kepahlawanan yang diwariskan para pejuang terdahulu. Semangat keberanian, pengorbanan, dan kecintaan terhadap tanah air yang ditunjukkan Imam Haji Hayun bersama para pejuang lainnya dinilai masih relevan untuk diteladani generasi muda saat ini.
“Peringatan ini menjadi momentum untuk menanamkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap sejarah daerah. Generasi muda harus mengetahui perjuangan para pendahulu agar tidak melupakan jasa mereka dalam melawan penjajahan,” katanya.
Melalui kegiatan tahlilan, zikir bersama, serta berbagai agenda budaya yang digelar setiap tahun, masyarakat berharap semangat perjuangan Imam Haji Hayun terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun daerah serta menjaga persatuan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....