Perkembangan Teknologi Sarana Memperkuat Nilai-Nilai Pancasila
- 03 Jun 2026 14:29 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Tolitoli - Penerapan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila pada setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda sesuai perkembangan zaman. Di era digital saat ini, pesatnya perkembangan teknologi dan informasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Kemajuan teknologi menghadirkan berbagai kemudahan dalam memperoleh informasi, berkomunikasi, dan beraktivitas. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga dapat memberikan dampak negatif apabila tidak disikapi secara bijak. Kondisi itu, menjadi tantangan tersendiri dalam upaya menanamkan dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat.
Tidak dapat dipungkiri, bahwa pembangunan bangsa membutuhkan generasi muda yang mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Namun, berbagai pengaruh yang hadir melalui perkembangan teknologi dan media digital berpotensi membuat sebagian generasi muda kurang memahami makna, serta esensi Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa.
Menanggapi hal tersebut, Akademisi Universitas Tadulako, Muh. Nur Sangadji, menegaskan perkembangan teknologi merupakan bagian dari perkembangan zaman yang tidak mungkin dibendung. Sehingga, masyarakat tidak boleh menjadikan kemajuan teknologi sebagai alasan menurunnya penerapan nilai-nilai Pancasila. Sebaliknya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Perkembangan teknologi, adalah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Yang perlu dilakukan adalah bagaimana masyarakat, khususnya generasi muda, mampu memanfaatkan perkembangan tersebut untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, bukan justru meninggalkannya,” jelasnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Untuk memperkuat penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda, Muh. Nur Sangadji menjelaskan terdapat dua langkah penting yang perlu dilakukan. Pertama adalah edukasi melalui pendidikan.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam memperkenalkan Pancasila kepada generasi muda, terutama dari aspek sejarah atau latar belakang lahirnya Pancasila. Pemahaman historis, dinilai penting agar generasi muda mengetahui proses panjang yang melahirkan dasar negara Indonesia serta memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Anak-anak dan generasi muda, perlu memahami bagaimana Pancasila lahir di negeri ini. Dengan memahami sejarahnya, mereka akan lebih menghargai dan memahami pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terangnya.
Kedua adalah implementasi, setelah memperoleh pemahaman melalui pendidikan, generasi muda perlu mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi tersebut, dapat diwujudkan melalui sikap toleransi, gotong royong, menghargai perbedaan, menjunjung musyawarah, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Muh. Nur Sangadji, berharap generasi muda tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penggunaan teknologi dan media sosial.
Dengan demikian, kemajuan teknologi yang terus berkembang dapat menjadi peluang untuk memperkuat karakter kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila, sehingga tetap relevan dan hidup di tengah masyarakat Indonesia pada era digital saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....