Perbaikan Tanggul Balinggi Jati Dikebut, Diperkirakan selesai dalam 9 Hari

  • 01 Jun 2026 17:29 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Perbaikan tanggul yang jebol di Desa Balinggi Jati, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, terus dikebut oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong. Saat ini, petugas fokus melakukan pemasangan bahan banjiran berupa geobag dan sandbag pada titik-titik tanggul yang mengalami kerusakan untuk mencegah terjadinya luapan air yang lebih besar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh. Rivai, mengatakan pengerjaan perbaikan dilakukan pada lokasi tanggul yang jebol, khususnya pada titik yang dinilai membutuhkan penguatan tambahan. Dari tiga titik tanggul yang mengalami kerusakan, satu titik memerlukan pemasangan bahan banjiran sebagai upaya penguatan darurat.

“Dari tiga lokasi titik jebol, terdapat satu titik yang harus diperkuat menggunakan bahan banjiran. Kami menyiapkan sekitar 200 geobag dan 100 sandbag untuk dipasang di Dusun Antosari, Desa Balinggi Jati,” ujar Moh. Rivai.

Menurutnya, proses pemasangan geobag dan sandbag tidak hanya melibatkan petugas BPBD, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Warga secara aktif bergotong royong membantu pelaksanaan pekerjaan di lapangan sehingga proses penanganan dapat berjalan lebih cepat.

Selain dukungan masyarakat, BPBD Parigi Moutong juga memperoleh bantuan alat berat dari BPBD Provinsi Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan perbaikan dan memperkuat tanggul pada lokasi yang terdampak.

Moh. Rivai memperkirakan seluruh pekerjaan perbaikan darurat akan selesai dalam waktu sekitar delapan hingga sembilan hari ke depan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemasangan bahan banjiran tidak dilakukan di seluruh titik kerusakan, melainkan hanya pada lokasi yang dianggap membutuhkan penanganan khusus.

“Kami berharap bahan banjiran yang dipasang ini mampu menahan dorongan air sehingga dapat meminimalkan risiko kerusakan lebih lanjut. Ke depan, kami berharap ada penanganan permanen untuk tanggul ini. Kami juga telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai terkait langkah penanganan selanjutnya,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....