Puluhan Rumah Kemas Durian di Sulteng Belum Penuhi Syarat Ekspor
- 01 Jun 2026 16:46 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengungkapkan masih banyak rumah kemas (packing house) durian di Sulawesi Tengah yang belum memiliki izin resmi untuk melakukan ekspor ke China. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan dengan tata kelola ekspor serta kredibilitas produk durian Indonesia di pasar internasional.
Berdasarkan data Barantin, dari total 42 rumah kemas yang beroperasi di Sulawesi Tengah, hanya tujuh unit yang telah memenuhi seluruh persyaratan dan mengantongi izin ekspor resmi. Sementara itu, sebanyak 35 rumah kemas lainnya masih berstatus belum berizin.
Dari jumlah rumah kemas yang belum berizin tersebut, sebanyak 11 unit berada di Kabupaten Parigi Moutong. Daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi durian di Sulawesi Tengah yang memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa aktivitas ekspor yang dilakukan oleh rumah kemas tanpa izin merupakan pelanggaran serius. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya melanggar ketentuan yang berlaku, tetapi juga berpotensi merugikan citra produk hortikultura Indonesia di luar negeri.
“Aktivitas ekspor yang dilakukan oleh rumah kemas tanpa izin merupakan pelanggaran serius dan dapat dikategorikan sebagai tindakan ilegal,” ujar Abdul Kadir Karding.
Ia mengakui masih banyaknya rumah kemas yang belum mengantongi izin menjadi tantangan dalam upaya memperbaiki tata kelola ekspor durian nasional. Karena itu, diperlukan langkah percepatan agar seluruh pelaku usaha dapat memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Barantin akan mempercepat pembenahan serta memberikan pendampingan kepada 35 rumah kemas yang belum memenuhi persyaratan ekspor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan ekspor durian berlangsung sesuai ketentuan, sekaligus menjaga kualitas dan kredibilitas durian Indonesia agar tetap dipercaya di pasar global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....