Wabup Buol Sebut Daerah Butuh Figur Kreatif Sekelas Buol Educare
- 29 Mei 2026 19:24 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, BUOL - Langkah nyata Yayasan Pendidikan Buol Educare Institute dalam menjaga dan merawat literasi lokal mendapat apresiasi tinggi serta dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buol.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Buol, Nasir DJ. Daimaroto, saat menghadiri acara bedah buku cerita rakyat dan peresmian Gedung Anggati Bone di Kabupaten Buol, Sabtu (23/5/2026).
Dalam sambutannya, Nasir DJ. Daimaroto memuji habis-habisan kompetensi para pengurus Buol Educare Institute. Ia menilai jajaran pengurus yayasan memiliki kualitas individu (personal excellence) serta rekam jejak yang sudah teruji, baik di tingkat provinsi, nasional, bahkan hingga ke kancah internasional.
Di hadapan para tokoh literasi, guru, dan mahasiswa yang hadir, Wakil Bupati Buol menggarisbawahi tantangan nyata yang sedang dihadapi daerah saat ini, terutama terkait keterbatasan fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buol.
Menurut Nasir, dalam kondisi anggaran daerah yang terbatas, kehadiran figur-figur cerdas dan kreatif di luar pemerintahan menjadi sangat krusial. Daerah sangat membutuhkan orang-orang yang mampu membangun jaringan (networking) luas hingga ke tingkat nasional untuk membawa program-program strategis masuk ke Tanah Buol.
"Kehadiran figur-figur dengan jaringan luas seperti di Buol Educare ini sangat penting untuk membantu membangun daerah tanpa harus bergantung penuh pada fiskal daerah," ujar Nasir, Sabtu 23 Mei 2026.
Selain mengapresiasi inovasi yayasan, Nasir juga mengingatkan pentingnya penguatan literasi budaya di tengah gempuran era digital saat ini.
Ia berharap, lewat wadah dan ruang kreatif seperti Buol Educare Institute, generasi muda di Kabupaten Buol dapat diarahkan untuk memanfaatkan teknologi dan gawai (gadget) mereka untuk hal-hal yang positif dan produktif.
"Melalui wadah ini, kita ingin anak-anak muda kita bisa membentengi diri dari dampak negatif algoritma media sosial yang ada saat ini. Mari gunakan teknologi untuk melestarikan kebudayaan kita," tegasnya.
Acara yang berlangsung emosional tersebut ditutup dengan peresmian secara simbolis Gedung Anggati Bone yang dibangun secara swadaya, serta bedah buku pra-terbit (pre-launching) berjudul "Boyopogut" dan "Tanda Merah di Pipinya" yang merangkum 15 cerita rakyat asli Buol.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....