Kejaksaan Dorong Peran Keluarga dan Masyarakat Cegah Penyalahgunaan Narkotika
- 27 Mei 2026 13:23 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian bersama. Selain penegakan hukum, upaya pencegahan sejak dini melalui lingkungan keluarga dan masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran narkotika.
Hal tersebut disampaikan Kasubsi Pidana Umum, Pidana Khusus, dan Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (Pidun, Pidsus, PAPBB) pada Cabang Kejaksaan Negeri Tolitoli di Bangkir, Bahar Al Aziz, S.H, saat diwawancarai di Bangkir, Senin (25/5/2026).
Menurut Bahar, penyebaran narkotika di kalangan remaja umumnya berawal dari lingkungan pergaulan. Tingginya rasa ingin tahu pada usia muda sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memperkenalkan narkotika kepada calon pengguna.
“Dari awal mula narkotika ini bisa menyebar dengan luas mungkin awalnya dari pergaulan. Karena muda-mudi sekarang ini sangat tinggi rasa ingin tahunya, jadi awal-awalnya ini pasti dari mencoba dan selanjutnya akhirnya kecanduan. Ini yang harus diwaspadai bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak kasus penyalahgunaan narkotika diawali dengan ajakan teman sebaya. Keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru tanpa memahami dampaknya dapat berujung pada ketergantungan yang merusak masa depan pengguna.
Karena itu, Bahar menilai masyarakat memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan. Warga diharapkan tidak bersikap acuh apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
“Dari masyarakat juga harusnya membantu untuk mencegah dengan cara saling mengingatkan. Apabila di lingkungannya terdapat indikasi-indikasi pengedaran narkotika, harusnya saling mengingatkan dan memberikan perhatian agar tidak berkembang lebih jauh,” katanya.
Selain pengawasan lingkungan, ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada anak dan remaja mengenai bahaya narkotika. Pemahaman yang baik mengenai risiko kesehatan, dampak sosial, hingga konsekuensi hukum dapat menjadi benteng awal dalam mencegah penyalahgunaan.
Bahar berharap sinergi antara aparat penegak hukum, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat guna melindungi generasi muda dari ancaman narkotika. Menurutnya, pencegahan yang dilakukan bersama-sama akan lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan penindakan hukum semata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....