Wagub Sulteng Buka Pelatihan Bahasa Mandarin Bandara Internasional SIS Al-Jufri

  • 26 Mei 2026 19:10 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli-Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, secara resmi membuka Kegiatan Pelatihan Bahasa Mandarin Khusus Kawasan Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Senin, 25 Mei 2026.

Pelatihan tersebut, dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bandara dalam menyambut penerbangan internasional perdana, rute Palu–Guangzhou yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 10 Juli 2026.

Saat pembukaan, Wakil Gubernur Sulteng, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya status internasional Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, otoritas bandara, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Ini merupakan capaian luar biasa, sudah lama sebenarnya bandara ini direncanakan menjadi bandara internasional, namun baru sekarang bisa terwujud. Kami mengapresiasi kerja sama semua pihak, termasuk kepala bandara yang baru bersama Bapak Gubernur yang terus mendorong percepatan pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri menjadi gerbang internasional Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Dirinya menegaskan, penguatan SDM menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan penerbangan internasional, khususnya kemampuan berbahasa Mandarin bagi petugas yang berinteraksi langsung dengan penumpang asing.

“Kalau nanti ada penumpang dari China mengalami kesulitan komunikasi, tentu harus ada petugas yang mampu berbahasa Mandarin. Karena itu, saya berharap setiap instansi memiliki personil yang bisa berkomunikasi dengan baik,” jelasnya.

Wagub Reny, juga menyebut Program Pelatihan Bahasa Mandarin, merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yang telah mulai dijalankan sejak tahun lalu bekerja sama dengan Universitas Tadulako.

Senada, Kepala Bandara Mutiara Internasional SIS Al-Jufri Palu, Prasetyo Hadi, mengatakan antusiasme peserta terhadap pelatihan tersebut sangat tinggi hingga melampaui kuota yang tersedia.

“Harapan kami, seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini sampai selesai. Kesempatan seperti ini sangat baik dan jarang didapatkan, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Ada sebanyak 138 peserta, akan mengikuti pembelajaran selama satu bulan dengan tahapan mulai dari level dasar hingga lanjutan. Menurutnya, kemampuan komunikasi berbahasa Mandarin menjadi kebutuhan penting dalam memberikan pelayanan optimal kepada penumpang internasional, khususnya dari China sebagai negara mitra penerbangan.

“Dengan komunikasi yang baik, pelayanan juga akan berjalan lebih baik, kami berharap peserta nantinya mampu mencapai level advance sehingga siap mendukung operasional penerbangan internasional Palu–Guangzhou,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....