Aktivitas Lalu Lintas Lumpuh akibat Banjir Rendam Jalur Trans Sulawesi di Torue
- 26 Mei 2026 19:06 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Parigi Moutong – Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan dan pemukiman di Kecamatan Torue memicu banjir yang merendam Jalan Trans Sulawesi di Dusun VIII Penebel, Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, sekitar pukul 16.00 WITA, Senin, 25 Mei 2026.
Banjir terjadi, dikarenakan debit air sungai meningkat drastis akibat curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama. Kondisi diperparah, dengan banyaknya ranting dan material kayu yang hanyut terbawa arus lalu menyumbat saluran air di sekitar lokasi kejadian, sehingga air meluap hingga menggenangi badan jalan. Sehingga, akibat luapan air setinggi kurang lebih 50 sentimeter tersebut, arus lalu lintas pada jalur utama penghubung Palu–Poso sempat lumpuh total.
Bahkan, derasnya arus air membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas., akhirnya terjadi kemacetan panjang, mengingat lokasi itu merupakan akses vital transportasi Trans Sulawesi yang berada di perbatasan Kecamatan Torue dan Kecamatan Balinggi.
Merespons situasi tersebut, personel Polsek Torue bersama personel Polsek Sausu bergerak cepat turun ke lokasi guna melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Serta, memberikan himbauan kepada para pengendara, khususnya kendaraan besar roda enam, agar tidak memaksakan diri melintas demi menghindari risiko kecelakaan.
Sementara, Kapolsek Torue, IPTU Ramlin, mengatakan pihak kepolisian langsung melakukan langkah cepat untuk memastikan keselamatan pengguna jalan dan mencegah kemacetan total di lokasi banjir.
“Begitu menerima informasi adanya luapan air di jalur Trans Sulawesi, personel kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan pemantauan situasi. Prioritas kami, adalah keselamatan masyarakat serta memastikan arus lalu lintas dapat kembali normal secepat mungkin,” ucapnya.
Sekitar pukul 17.50 WITA, kendaraan roda dua dan roda empat mulai dapat melintas secara bergantian menggunakan satu jalur. Selanjutnya pada pukul 18.20 WITA, debit air berangsur surut dan kondisi lalu lintas kembali normal. Namun demikian, meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil, dirinya mengingatkan bahwa kawasan tersebut merupakan titik rawan banjir yang kerap terdampak ketika curah huan tinggi melanda wilayah pegunungan.
“Kami menghimbau Masyarakat, agar tetap waspada saat melintas di jalur rawan banjir, terutama ketika intensitas hujan meningkat,” imbaunya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....