Program PPDS-1 Untad Strategi Atasi Kesenjangan Dokter Spesialis di Sulteng

  • 25 Mei 2026 12:14 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menegaskan pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) di Universitas Tadulako menjadi langkah strategis untuk mengatasi kesenjangan tenaga dokter spesialis di Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Wagub saat menghadiri pelantikan pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia periode 2025–2028, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Wagub, pemenuhan empat layanan spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang di rumah sakit sangat bergantung pada ketersediaan dokter spesialis. Namun kondisi geografis dan medan yang cukup berat menjadi tantangan tersendiri bagi dokter spesialis dari luar daerah untuk bertugas di wilayah terpencil Sulawesi Tengah.

“Kami berusaha bersama Universitas Tadulako bagaimana caranya membuka PPDS-1 di Universitas Tadulako, sehingga ke depan kita lebih memprioritaskan anak-anak daerah yang mau ditempatkan di rumah sakit yang ada di ujung-ujung Sulawesi Tengah,” ujar Reny.

Ia juga mendorong para dokter spesialis untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan subspesialis maupun studi magister dan doktoral. Menurutnya, meskipun PPDS telah dibuka di Untad, kebutuhan tenaga dosen pengajar masih menjadi tantangan sehingga proses pembelajaran masih berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin.

“Ke depan saya berharap, adik-adik yang masih ingin ambil sub spesialis apalagi mau ambil S3, insyaallah kita akan usahakan lewat BERANI Cerdas,” harapnya.

Melalui pelantikan pengurus PAPDI Sulteng tersebut, Wagub berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan dokter internis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Sulawesi Tengah.

“Semoga kita bisa bersinergi, dokter internis bisa bersama-sama berjalan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....