Menanam Iman, Kisah Guru Ngaji Privat di Tolitoli

  • 21 Mei 2026 15:52 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli — Ketika sebagian anak-anak mulai menghabiskan malam dengan bermain gawai, langkah kaki Ustadz Fadjar Masyhur, S.Ag justru baru memulai perjalanan dakwahnya. Dengan membawa tas berisi jilid Iqra, Al-Qur’an, dan buku catatan kecil, ia berkeliling dari rumah ke rumah di Kabupaten Tolitoli untuk mengajar mengaji secara privat kepada para santri.

Rutinitas tersebut telah lama dijalani Ustadz Fadjar sebagai bentuk pengabdian dalam membina generasi muda agar lebih dekat dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai akhlak Islami. Berbeda dengan metode pengajaran tradisional yang menunggu santri datang ke masjid atau surau, ia memilih mendatangi langsung rumah warga agar proses belajar menjadi lebih nyaman dan personal.

Menurutnya, pendekatan privat membuat anak-anak lebih mudah memahami pelajaran agama sekaligus memberi ruang bagi guru untuk mengenali karakter setiap murid.

“Dengan belajar langsung di rumah, anak-anak biasanya lebih nyaman dan lebih fokus. Saya juga bisa memahami karakter mereka sehingga pembelajaran lebih efektif,” ujar Ustadz Fadjar kepada rri.co.id, Kamis (21/5/2026).

Tidak hanya mengajarkan huruf hijaiyah dan bacaan Al-Qur’an secara tartil, Ustadz Fadjar juga menanamkan nilai-nilai akhlak kepada para santrinya. Dalam setiap pertemuan, ia menyisipkan pesan tentang sopan santun, kejujuran, hormat kepada orang tua, hingga pentingnya menjaga ibadah sejak usia dini.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, ia menilai pendidikan karakter menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak agar tidak mudah terpengaruh pergaulan negatif maupun penggunaan media sosial yang tidak bijak.

Dengan gaya mengajar yang santai dan komunikatif, Ustadz Fadjar berhasil membangun kedekatan dengan para santri. Anak-anak pun merasa lebih nyaman untuk belajar maupun bertanya tentang pelajaran agama.

Kehadiran guru ngaji privat seperti dirinya mendapat apresiasi dari para orang tua di Tolitoli. Banyak keluarga merasa terbantu karena anak-anak dapat belajar agama lebih intensif tanpa harus keluar rumah pada malam hari.

Meski harus berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya setiap hari, semangat Ustadz Fadjar tidak pernah surut. Baginya, mendidik generasi muda agar mencintai Al-Qur’an merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan umat dan daerah.

“Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan. Kalau akhlaknya dijaga sejak kecil, insyaallah masa depan daerah dan bangsa juga akan menjadi lebih baik,” kata Fadjar.

Ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap pendidikan agama anak sejak dini serta tidak sepenuhnya menyerahkan pembentukan karakter kepada sekolah. Menurutnya, peran orang tua di rumah tetap menjadi pondasi utama dalam mendidik generasi muda.

Perjuangan Ustadz Fadjar Masyhur menjadi gambaran bahwa dakwah tidak selalu dilakukan dari atas mimbar besar. Terkadang, dakwah hadir lewat langkah sederhana dari rumah ke rumah, membawa cahaya ilmu dan harapan bagi generasi penerus bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....