PMI Tolitoli Gencarkan Donor Darah Demi Jaga Stok

  • 12 Mei 2026 21:14 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tolitoli terus berupaya menjaga ketersediaan stok darah guna memenuhi kebutuhan pasien di RSUD Mokopido dan Klinik Bumi Harapan. Upaya tersebut disampaikan Kepala UDD PMI Tolitoli, dr. Suryani Abas, dalam dialog interaktif memperingati Hari Palang Merah Sedunia, Jumat (8/5/2026).

Menurut dr. Suryani, kebutuhan darah di Tolitoli setiap hari selalu ada dengan jumlah yang fluktuatif. Untuk menjaga ketersediaan stok, PMI Tolitoli menerapkan berbagai langkah strategis melalui pengaturan jadwal donor darah rutin bersama instansi pemerintah maupun lembaga lainnya.

“Kami berusaha mengatur jadwal sedemikian rupa agar setiap bulan ada instansi yang melakukan kegiatan donor darah. Mengingat rentang waktu donor minimal dua bulan sekali, maka rotasi antar instansi ini penting agar stok darah tidak terputus,” ujar dr. Suryani.

Ia menjelaskan, PMI Tolitoli telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi vertikal dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tolitoli untuk mendukung kegiatan donor darah secara berkala.

Selain menjaga stok darah, PMI juga menghadapi tantangan berupa masih adanya rasa takut masyarakat terhadap jarum suntik serta munculnya berbagai mitos negatif terkait donor darah di media sosial. Untuk itu, PMI terus melakukan edukasi mengenai manfaat donor darah bagi kesehatan.

“Ketakutan itu sebenarnya hanya di pikiran. Proses pengambilan darah hanya memakan waktu sekitar 10 menit. Banyak pendonor yang awalnya ragu, justru merasa ketagihan setelah merasakan efek tubuh yang lebih sehat dan bugar,” tambahnya.

PMI Tolitoli juga mulai menyasar kalangan muda dengan menggandeng Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kebiasaan donor darah sejak usia 17 tahun sekaligus menanamkan nilai kemanusiaan kepada generasi muda.

dr. Suryani berharap donor darah dapat menjadi gaya hidup masyarakat. Menurutnya, rutin mendonorkan darah setiap dua bulan tidak hanya membantu menyelamatkan nyawa orang lain, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan melalui regenerasi sel darah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....