Tes Urine Warga Binaan Lapas Buol Semua Negatif

  • 11 Mei 2026 13:42 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Leok Kabupaten Buol terus memperketat pengawasan terhadap potensi peredaran narkotika di lingkungan lapas dengan menggelar pemeriksaan tes urine secara rutin bagi warga binaan maupun petugas lapas.

Kepala Lapas Kelas III Leok Kabupaten Buol, Achmad Adrian mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk memastikan lingkungan lapas tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Dari 10 warga binaan yang menjalani tes urine pada Jumat (8/5/2026), seluruhnya dinyatakan negatif atau non reaktif terhadap zat terlarang. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat tes urine lima parameter yang mampu menunjukkan hasil secara cepat dan akurat.

“Jadi hasil tes urine sudah sama-sama kita pastikan bersama APH terkait kondisi di Kabupaten Buol ini. Beberapa warga binaan kami diambil sampel urine-nya, terutama mereka yang sebelumnya pernah menjadi pengguna saat masih di luar. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa di dalam lapas tidak ada lagi peredaran narkoba,” ujar Achmad Adrian.

Ia menjelaskan, alat tes yang digunakan memiliki indikator khusus, di mana dua garis menandakan hasil negatif, sedangkan satu garis menunjukkan hasil positif terhadap penggunaan narkotika.

“Dari seluruh hasil tes yang dilakukan, semuanya dinyatakan negatif. Tadi juga sudah dipastikan melalui alat tes urine. Jika muncul dua garis berarti negatif, sedangkan satu garis berarti positif. Berbeda dengan tes kehamilan yang justru dua garis berarti positif dan satu garis negatif,” jelasnya.

Menurutnya, pemeriksaan urine dilakukan secara intens dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Tes dapat dilakukan sewaktu-waktu apabila ditemukan indikasi mencurigakan terkait penyalahgunaan narkotika.

“Pemeriksaan ini bisa dilakukan secara intens, bisa seminggu sekali atau bahkan dua kali dalam sebulan, tergantung urgensi. Jika ada indikasi atau pergerakan yang dianggap menyimpang, maka kami langsung mengambil langkah, pertama melakukan razia, kemudian dilanjutkan dengan tes urine,” katanya.

Achmad Adrian menambahkan, selama dirinya bertugas di Lapas Buol, belum ditemukan adanya warga binaan yang terbukti positif menggunakan narkoba di dalam lapas.

Selain warga binaan, tes urine juga rutin dilakukan kepada pegawai lapas. Ia memastikan hingga saat ini tidak pernah ditemukan petugas yang hasil tesnya reaktif terhadap narkotika. Hal tersebut menjadi bentuk komitmen dan integritas seluruh petugas lapas untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba demi menjaga nama baik pribadi maupun institusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....