Desa Ulatan Disiapkan Jadi Sentra Bawang Putih Nasional

  • 08 Mei 2026 17:28 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Pemerintah Desa Ulatan, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, menyatakan kesiapan mendukung program swasembada bawang putih nasional yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan sosialisasi dan survei Calon Petani Calon Lahan (CPCL) yang berlangsung di Dusun VI Desa Ulatan, Selasa, 5 Mei 2026.

Kegiatan itu melibatkan tim Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong, UPT TPHP Kecamatan Palasa, serta penyuluh pertanian lapangan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Palasa.

Survei dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan petani sebelum program pengembangan bawang putih dijalankan. Pemerintah menargetkan komoditas tersebut menjadi salah satu penopang swasembada hortikultura nasional sebagaimana program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam peninjauan lapangan, tim memeriksa sejumlah area pertanian yang diusulkan kelompok tani sebagai lokasi pengembangan bawang putih. Dua kelompok tani di Desa Ulatan, yakni Kelompok Tani Sidaoga dan Kelompok Tani Molompeapi, menyatakan kesiapan mengikuti program tersebut.

Kepala Desa Ulatan, Nurhadija, mengatakan pemerintah desa telah menyiapkan lahan sekitar 20 hektare di Dusun VI untuk mendukung program pengembangan bawang putih nasional. Lahan tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan bersama penyuluh pertanian setempat.

“Setelah mendapat kunjungan dari tim Kementerian Pertanian RI, nantinya kelompok tani akan disiapkan guna menyukseskan program penanaman bawang putih yang direncanakan mulai Agustus hingga Desember mendatang,” ujar Nurhadija.

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong, Rony Alexander, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Kabupaten Parigi Moutong memperoleh kuota pengembangan bawang putih seluas 50 hektare yang seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Palasa.

“Alhamdulillah, ada kesiapan dari kelompok tani di empat desa, yakni Desa Bambasiang, Desa Ogoansam, Desa Beau, dan Desa Ulatan untuk mendukung program swasembada bawang putih,” kata Rony.

Perwakilan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI, Irman, menambahkan bahwa verifikasi CPCL dilakukan guna memastikan kesiapan lahan dan kesiapan tanam sebelum penerbitan surat keputusan penerima program. Melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, desa, dan kelompok tani, Kecamatan Palasa diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sentra bawang putih di Sulawesi Tengah serta mendukung ketahanan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....