Pelayanan Program Kemasyarakatan Dinilai Semakin Humanis

  • 04 Mei 2026 16:13 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli — Akademisi hukum dari Universitas Tadulako (UNTAD) Sulawesi Tengah, Naharuddin, menilai bahwa pelayanan dalam program dan sistem kemasyarakatan saat ini menunjukkan perkembangan yang lebih humanis, terutama dalam pembinaan warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Menurut Naharuddin, tujuan pembinaan dari sisi pemberian keadilan kepada masyarakat pasca putusan hukum kini semakin maksimal. Ia menilai terjadi pergeseran paradigma dalam pengelolaan lapas, dari yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, kini menjadi ruang pemulihan bagi warga binaan.

“Pendekatan pelayanan dalam program dan sistem kemasyarakatan saat ini menunjukkan perkembangan yang lebih humanis,” ujar Naharuddin.

Ia menegaskan, pendekatan tersebut penting agar narapidana tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pembinaan yang memadai untuk kembali ke masyarakat dengan kesiapan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Naharuddin menjelaskan bahwa selama proses pembinaan, warga binaan dibekali pengetahuan serta keterampilan di berbagai bidang usaha. Hal ini diharapkan menjadi modal bagi mereka setelah bebas nanti.

“Program yang dikembangkan selama proses pembinaan ini, bisa menjadi bekal bagi warga binaan,” ujar Naharuddin dalam program Tolitoli Menyapa, Selasa (28/4/2026).

Melalui berbagai program pembinaan tersebut, ia berharap warga binaan dapat kembali ke tengah masyarakat dengan identitas baru yang lebih positif, produktif, serta mampu berkontribusi secara nyata dalam kehidupan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....