Tatap Porprov 2026, Taekwondo Buol Keluhkan Peralatan yang Tak Layak Pakai

  • 01 Mei 2026 13:48 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, BUOL – Persiapan atlet Taekwondo Kabupaten Buol dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun ini terganjal masalah klasik: fasilitas. Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia Kabupaten Buol, Satrio, mengungkapkan bahwa para atlet saat ini terpaksa berlatih dengan peralatan yang sudah tidak layak pakai.

Dalam keterangannya kepada RRI, Satrio menjelaskan bahwa proses pemusatan latihan sudah berjalan selama kurang lebih dua bulan. Namun, kondisi peralatan yang ada sangat memprihatinkan karena faktor usia.

"Kendala kami pada proses latihan yaitu pada peralatan. Peralatan yang kami gunakan sudah sangat lama dan bisa dikatakan tidak layak pakai, sehingga beberapa atlet kami terpaksa menggunakan alat pribadi," ujar Satrio kepada RRI, Jumat, 01 Mei 2026.

Masalah tidak hanya pada kelayakan fisik alat, tetapi juga modernisasi. Satrio menyoroti bahwa atlet Buol masih berlatih dengan alat manual, sementara kompetisi profesional saat ini sudah menggunakan teknologi digital.

"Pada pertandingan Porprov nanti, sistem penilaian sudah menggunakan Protector Scoring System (PSS). Sayangnya, Taekwondo Buol belum memiliki alat ini. Hal ini membuat atlet kami kesulitan melakukan penyesuaian saat bertanding di ajang resmi," tambahnya.

Menanggapi transisi kepengurusan KONI yang baru, Satrio berharap adanya perhatian lebih nyata, tidak hanya bagi atlet, tetapi juga bagi pelatih dan wasit. Ia memaparkan bahwa selama ini para pelatih seringkali harus merogoh kocek pribadi untuk mengikuti pelatihan peningkatan lisensi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

"Kami memiliki 4 pelatih daerah, 3 wasit daerah, dan 2 wasit nasional. Selama ini mereka masih menggunakan dana pribadi untuk upgrade kemampuan. Kami berharap kepengurusan KONI yang baru dapat mengakomodir kebutuhan ini demi menunjang prestasi," harapnya.

Satrio menjelaskan bahwa Taekwondo Buol telah menyiapkan 15 atlet potensial yang terdiri dari 7 atlet putri dan 8 atlet putra untuk berlaga di Porprov tahun ini. Meskipun jumlah tersebut sudah disiapkan di berbagai kelas, Satrio menegaskan bahwa komposisi atlet tersebut belum final karena pihaknya masih akan melakukan evaluasi ketat melalui ajang Sulteng Open pada Juni atau Juli mendatang. Turnamen tersebut akan menjadi sarana seleksi alami untuk menilai performa para atlet guna memastikan kelayakan mereka sebelum resmi diberangkatkan menuju Porprov.

"Di Sulteng Open nanti kami akan melihat performa mereka. Di situ akan terseleksi secara alami, apakah mereka memang layak untuk kami bawa ke Porprov atau tidak," tutup Satrio.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....