Dinsos Tolitoli Gelar Coaching Clinic SIKS-NG di Dampal Utara, Perkuat Data Bansos

  • 27 Apr 2026 15:50 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli terus meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial melalui penguatan kapasitas pengelola data di tingkat desa. Salah satu upaya nyata dilakukan dengan menggelar coaching clinic bagi operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dan pengelola Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 27 April 2026 di Desa Sese, Kecamatan Dampal Utara, dan diikuti oleh seluruh operator desa se-Kecamatan Dampal Utara. Pelaksanaan acara didukung penuh oleh Pemerintah Desa Sese yang menyediakan fasilitas tempat untuk kegiatan.

Sebagai narasumber, hadir Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli Tri Wahyudi, serta Penyuluh Sosial Ahli Muda sekaligus admin pengelola data kabupaten Arifuddin Biki. Kedua narasumber memberikan materi dan praktik langsung terkait pengelolaan data sosial di tingkat desa.

Kepala Desa Sese Rahmawati menyampaikan bahwa kebutuhan pelatihan ini sudah lama dirasakan, terutama karena adanya pergantian operator desa yang baru. Ia menambahkan bahwa pendampingan daring selama ini belum optimal.

“Kami baru melakukan pergantian operator, sehingga masih banyak hambatan yang dihadapi. Bimbingan melalui media daring seperti WhatsApp belum cukup efektif, sehingga kami mengupayakan agar Dinas Sosial dapat hadir langsung memberikan pelatihan, tidak hanya untuk operator Desa Sese, tetapi juga seluruh operator di Dampal Utara,” ungkap Rahmawati.

Coaching clinic ini bertujuan memberikan penguatan kapasitas pemerintah desa, khususnya para operator, dalam mengelola DTSEN sebagai basis utama penentuan penerima bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.

Tri Wahyudi menegaskan bahwa peran pemerintah desa sangat krusial dalam proses pengusulan bantuan sosial. Menurutnya, kewenangan pengusulan berada di tingkat desa melalui operator, sementara pemerintah kabupaten tidak memiliki kewenangan langsung.

“Pengusulan bantuan sosial hanya dapat dilakukan melalui operator desa. Oleh karena itu, kualitas data sangat bergantung pada ketelitian dan pemahaman operator dalam menginput dan memperbarui data,” jelas Tri Wahyudi.

Arifuddin Biki menambahkan, Dinas Sosial kerap menerima pengaduan terkait ketidaksesuaian desil kesejahteraan. Pembaruan data membutuhkan bukti lengkap, seperti foto kondisi rumah, foto meteran listrik, dan titik koordinat lokasi rumah.

“Masih banyak masyarakat yang belum memahami titik koordinat rumahnya. Bahkan ketika ditunjukkan peta, sebagian masih kesulitan membaca maupun menggunakan aplikasi pemetaan. Pembaruan data akan lebih optimal jika dilakukan langsung oleh operator desa,” terang Arifuddin.

Ia juga menyebut perubahan menu dan fitur dalam aplikasi SIKS-NG, termasuk penyesuaian otorisasi, menjadi tantangan tersendiri bagi operator desa. Kondisi ini menegaskan pentingnya pelaksanaan coaching clinic secara langsung.

Pemerintah Desa Sese menyampaikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Diharapkan, melalui coaching clinic ini, kapasitas operator desa meningkat sehingga kualitas data bantuan sosial menjadi lebih akurat dan tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....